–Upaya Pemerintah Agar Warga Indonesia Bisa Haji dan Umrah

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah terus melakukan berbagai upaya yang berorientasi pada kemudahan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, sekaligus mempertimbangkan keberlangsungan para pengusaha perjalanan travel haji dan umrah. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat audiensi dengan Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU).

Menko Airlangga Hartarto mendengarkan aspirasi dari asosiasi terkait nasib para jamaah yang dalam 2 tahun terakhir belum bisa berangkat umrah, sekaligus membahas masalah perpajakan untuk Jasa Keagamaan, dan penerapan aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja bagi usaha travel haji dan umrah.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah memberikan sinyal untuk membuka kembali bagi jamaah umrah dan haji ke Tanah Suci. Pemerintah Arab Saudi menyampaikan hal itu kepada Pemerintah Indonesia melalui Nota Diplomatik pada 8 Oktober 2021. “Namun hal ini masih perlu dibicarakan lebih lanjut antar kedua negara,” ujarnya, kemarin.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (duduk, dua dari kanan) usai audiensi dengan Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU), kemarin. Biro Komunikasi Kemenko Perekonomian

Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menjelaskan terkait vaksinasi, Arab Saudi menggunakan 4 jenis vaksin yaitu Pfizer, Johnson & Johnson, Moderna, dan Astra Zeneca, dan mengakui 6 jenis vaksin dengan ditambah Sinoparhm dan Sinovac. “Untuk jamaah haji dan umrah yang menggunakan salah satu dari keempat vaksin yang dipakai Saudi, maka dapat langsung menjalankan ibadah umrah,” ungkapnya.

Namun bagi jamaah asing yang divaksin dengan vaksin di luar empat yang dipakai Saudi (terutama Sinovac dan Sinopharm), maka yang bersangkutan harus memperoleh booster 1 kali menggunakan salah satu dari keempat vaksin yang dipakai Saudi. Terkait dengan kewajiban booster untuk penerima vaksin Sinovac dan Sinopharm, saat ini pemerintah masih belum dapat memenuhi, dengan pertimbangan sampai dengan akhir tahun ini masih terus mengejar target Vaksinasi.

“Kita masih mengejar target tercapainya 70 persen vaksinasi untuk dosis-1 dan 50 persen untuk dosis-2 di akhir tahun ini. Kita akan berdiplomasi dengan Arab Saudi terkait vaksinasi ini. Kita akan meminta Menteri Kesehatan dan Menteri Agama dibantu Menteri Luar Negeri. Sekaligus juga akan menyampaikan kondisi pandemi Indonesia yang telah membaik dan membahas hal-hal teknis lainnya terkait rencana pembukaan ibadah haji dan umrah ini,” kata Menko Airlangga.

Terkait penerapan aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja bagi usaha travel haji dan umrah, saat ini fokus Pemerintah memberikan kemudahan berusaha dan menguatkan ekonomi di masa pandemi, termasuk pada usaha penyelenggara haji dan umrah. Menko Airlangga menegaskan konsep pengenaan sanksi sebagai konsekuensi dari perizinan berusaha berbasis risiko adalah suatu hal yang ditujukan untuk mendorong pelaku usaha agar lebih bertanggung jawab dalam menjalankan usahanya dan menjaga keberlangsungan usaha agar dapat terus berlanjut.

“Untuk itu akan disosialisasikan kembali, tidak perlu khawatir. Adanya Undang-Undang Cipta Kerja ini sejatinya berpihak kepada masyarakat, pengusaha, dan untuk memperbaiki iklim usaha dan investasi,” ungkap Menko Airlangga.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Forum SATHU, Fuad Hasan Masyhur menyampaikan bahwa audiensi tersebut membawa angin segar bagi seluruh masyarakat yang telah menanti selama hampir dua tahun, yang sudah merindukan untuk bisa berangkat ke Baitullah menunaikan ibadah haji dan umrah. Sekaligus juga membawa kabar baik dan memberikan secercah harapan untuk para pengusaha perjalanan travel haji dan umrah.

Saat ini pelaku usaha di bidang penyelenggaraan umrah dan Haji Khusus, jumlahnya cukup besar. Ada sebanyak 339 PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus), 1.504 PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah umrah) dan 1.700 KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan umrah), atau total ada 3.523 badan usaha dalam penyelenggaraan umrah dan haji, dengan perkiraan jumlah karyawan sebanyak 17.615 orang.

“Terima kasih kepada Menko Airlangga atas arahannya untuk mewujudkan harapan masyarakat dapat umrah dan berhaji. Menko sudah memberikan secercah harapan. Kami berkeyakinan dalam waktu dekat dan tidak lama lagi, kita akan bisa mewujudkan harapan masyarakat untuk berangkat ke Baitullah,” tutur Fuad. (ltg/fsr/hls)

Pelaku Usaha Penyelenggara Umrah dan Haji Cukup Besar

Tinggalkan Balasan