Rahma Safitri/Kendari Pos
Dekan Fakultas Farmasi UHO, Dr. Ruslin, S. Pd., M. Si., ((tiga kanan), Ketua BEM Fakultas Farmasi UHO, Muhamad Luthfid Anando Aly Roza (dua kanan) bersama sejumlah pengurus BEM Fakultas Farmasi UHO di aula Fakultas Farmasi UHO, Minggu (14/11).

KENDARIPOS.CO.ID– Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke -57 dilaksanakan berbeda di Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO). Fakultas yang dipimpin Dr. Ruslin ini, menggelar Webinar nasional sesuai tema  HKN yakni Indonesia sehat, Indonesia Kuat. Kegiatan ini turut diikuti 270 peserta yang dilaksanakan melalui platform zoom di Aula Fakultas Farmasi UHO, Minggu (14/11). 

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, yang tampil sebagai keynote speaker, sangat mengapresiasi Webinar nasional yang diadakan Fakultas Farmasi UHO tersebut. Dengan terselenggaranya agenda yang mengusung tema Indonesia sehat dan Indonesia kuat secara lengkap dapat menambah ilmu sekaligus memotivasi para generasi muda yang hadir untuk berperan dan berkontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19. 

“Webinar nasional Farmasi UHO  dapat menambah ilmu dan memotivasi para generasi muda yang turut hadir dalam momen ini untuk memberi kontribusi nyata dalam dunia kesehatan khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19, karena pemuda sebagai penggerak massa depan,” kata Menkes RI melalui vidio keynote speaker, Minggu (14/11). 

Budi Gunadi Sadiki menjelaskan bahwa HKN merupakan momentum terbaik bagi pemerintah dan  Kementerian kesehatan untuk melakukan reformasi bidang kesehatan. Guna mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, produktif dan berkeadilan yang mengacu pada lima prioritas nasional dan enam pilar reformasi kesehatan. 

“Lima prioritas nasional tersbut yakni peningkatan kesehatan, ibu, anak dan reproduksi. Kemudian percepatan dan perbaikan gizi masyarakat, peningkatan pengendalian penyakit, pembudayaan gerakan  masyarakat sehat dan penguatan sistem kesehatan, “jelasnya.

Adapun enam pilar reformasi kesehatan yang dimaksud adalah reformasi layanan primer, reformasi layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan dan teknologi kesehatan. 

“Saat ini tentunya peran pendidikan dalam dunia Kesehatan sangat penting, terlebih dalam menciptakan SDM Kesehatan yang kompeten dan berdaya saing tinggi. SDM kesehatan tersebut diantaranya adalah apoteker yang sangat diperlukan mengingat dalam pelaksanaan kebijakan kesehatan apoteker dapat secara komprehensif  menjamin kualitas ketersediaan dan keamanan dalam dunia Farmasi,” tukasnya.

Sementara itu, Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc., yang diwakili Ketua Lembaga pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan UHO, Dr. La Ode Santiaji Bande, SP., MP., mengatakan kegiatan hari ini (kemarin red) sangat luar biasa sebab membahas sesuatu yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari dan juga momenya sangat tepat selain Hari Kesehatan Nasional juga masih dalam suasana Hari Pahlawan.

“Mahasiswa Farmasi adalah para pejuang kesehatan di masa yang akan datang. Kedepan kita tentu masih akan terus berjuang ditengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih sangat mengguncang dunia kesehatan dan telah banyak merubah sendi-sendi kehidupan, ” ungkapnya.

Namun di sisi lain pandemi banyak memberi hikmat pembelajaran bagi seluruh mahasiswa dan masyarakat secara umum. Pelajaran yang paling sederhana adalah seluruh masyarakat dituntut untuk berperilaku hidup sehat. Demi kesehatan maka dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran berubah drastis. Pertemuan belajar tatap muka dalam kelas mau tidak mau harus diubah. 

“Metode pembelajaran berbasis teknologi,  termasuk pembelajaran secara daring menjadi sesuatu hal yang harus kita adaptasikan dan harus kita kembangkan. Kondisi ini sangat diharapkan dapat memicu kreatifitas semua pihak disamping menguatkan implementasi adaptasi kebiasaan baru juga daa mendukung dalam aspek kesehatan,” jelasnya.

Ketua BEM Fakultas Farmasi UHO, Muhamad Luthfid Anando Aly Roza mengatakan Webinar ini bertujuan untuk menambah wawasan ilmu mahasiswa mengenai peran pendidikan dalam dunia kesehatan, termasuk pengetahuan terkait kebijakan kesehatan Nasional.

 “Terimakasih untuk semua yang telah berpartisipasi. Semoga tujuan kegiatan Webinar nasional ini dapat terwujud sesuai harapan kita. Kedepan semoga BEM Fakultas Farmasi bisa membuat inovasi lebih menarik lagi dalam setiap agenda kegiatanya,” harap Ketua BEM Farmasi yang biasa disapa Aan ini. (rah/b)

Tinggalkan Balasan