–Asrun Lio : Peran Guru Tak Akan Terganti

KENDARIPOS.CO.ID– Hari ini, para guru di seantero negeri akan merayakan Hari Guru Nasional. Jasa dan peran guru akan terus eksis dan hidup sepanjang masa. Kendati era disrupsi menerjang. Guru masa kini mesti adaptif terhadap tantangan dan perubahan yang dibawa gerbong era disrupsi agar terus berkarya. Tugas mulia guru tidak hanya mentransfer knowledge tapi lebih itu, menjaga muruah guru dengan profosionelismenya. Sekaligus memahat peradaban dengan melahirkan generasi anak bangsa yang unggul.

Tantang guru kian kompleks selama badai Covid-19 menerpa tanah air. Proses pembelajaran yang sebelumnya secara tatap muka (PTM) terpaksa dilaksanakan secara daring (online). Ruang gerak guru terbatas dan pembelajaran tidak berjalan efektif.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Asrun Lio tak menampik jika guru sangat berjasa di masa pandemi Covid-19 saat ini. Pasalnya, selain harus berjibaku mengajar siswa secara daring, guru harus bersusah payah menciptakan metode pembelajaran efektif agar mudah dipahami siswanya.

“Meskipun teknologi kita canggih, tapi peran guru ini tidak bisa tergantikan. Karena walaupun menggunakan teknologi, para siswa masih butuh peran guru. Teknologi itu hanya sebagai alat pembentukkan karakter,” kata Asrun Lio kepada Kendari Pos, Rabu (24/11), kemarin.

Meski masih berada di masa pandemi, Asrun berharap para guru tetap meningkatkan profesionalitasnya sebagai tenaga pendidik dengan berkreasi menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan bagi siswa.

“Pada masa pandemi ini, kita tetap belajar meski pembelajarannya masih terbatas. Keterbatasan ini adalah kombinasi antara belajar online dan juga belajar offline. Para guru ini diharapkan bisa mengajarkan dalam kondisi apapun,” ujar Asrun Lio.

Sebagai bentuk dukungan, Dinas Dikbud Sultra berupaya meningkatkan kapasitas guru melalui program Teaching Learning Center (TLC). Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas guru. “Kita sudah mulai TCL dengan merekrut calon-calon master teacher. Mereka akan dilatih sehingga dapat berperan dan mengembangkan kapasitas guru-guru lainnya,” imbuh Asrun Lio.

Senada, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sultra, Abdul Halim Momo mengaku peran guru masih belum tergantikan teknologi informasi yang kian pesat. Meski saat ini pembelajaran berlangsung daring, akan tetapi masih banyak siswa yang kesulitan menjalankannya.

“Perkembangan teknologi tidak bisa mewakili pertemuan secara utuh antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Karena ada gestur (gaya) tertentu yang tidak bisa dilakoni oleh teknologi dan itu hanya ada pada guru. Gestur itu punya makna dan itu tidak bisa digantikan oleh benda mati yang namanya teknologi,” kata Abdul Halim.

Oleh karena itu, lanjut Halim, peringatan HUT PGRI kali ini menjadi momentum guru untuk semakin profesional dengan cara meningkatkan kemampuan dan performancenya dalam mengedukasi siswa.

“Guru harus profesional. Harus memberikan perhatian serius kepada siswanya. Misalnya, memperlakukan siswa itu selayaknya anak sendiri. Kami harap guru bisa menyesuaikan dengan perkembangan yang ada,” pungkas Abdul Halim.

Pakar pendidikan Sutra Dr. Nur Alim menyampaikan, guru mesti menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital. Misalnya mengetahui dan memahami kemajuan teknologi modern yang kian kompetitif. Karena hampir semua aktivitas manusia saat ini, dihadapkan dengan teknologi khususnya berbasis digital.

“Jika para guru bisa menangkap poin tersebut, maka bisa menjadi bekal untuk meningkatkan profesionalitas dalam bekerja. Menciptakan inovasi baru dalam mengajar mencerdaskan anak didiknya. Jika para guru gagap teknologi, maka itu disebut buta huruf masa kini,” ujar Dr.Nur Alim kepada Kendari Pos, Rabu (24/11).

Mantan Rektor IAIN Kendari itu menambahkan kesejahteraan guru (ASN) telah membaik. Namun pemerintah mesti memperhatikan kesejahteraan guru honorer. Dengan adanya stimulus kesejahteraan dapat meningkatkan produktivitas guru honorer. Dengan begitu, guru honorere tidak khawatir akan kondisi ekonomiya karena telah dijamin pemerintah. (ags/ali/b)

Tinggalkan Balasan