Pemkot Kendari Berlakukan PPKM Level 3

KENDARIPOS.CO.ID– Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tempat keramaian dan objek wisata berpotensi menciptakan kerumunan. Demi mencegah penyebaran Covid-19 klaster jelang libur Nataru, pemerintah mengetatkan aktivitas masyarakat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 62 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan covid-19 pada saat Nataru.

Pemkot Kendari mengawal Inmendagri dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada masa Nataru. Kebijakan itu dalam rangka melindungi masyarakat dari potensi penularan Covid yang masih menjadi pandemi ditanah air termasuk di Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengatakan, penerapan PPKM level 3 merujuk pada Inmendagri.
“Di akhir tahun biasanya banyak acara yang mengabaikan protokol kesehatan (prokes) dan seterusnya, sehingga PPKM level 3 dipilih dalam rangka mengantisipasi itu,” kata Sulkarnain Kadir kepada Kendari Pos, Rabu (24/11) kemarin.

Ada beberapa poin yang diatur dalam Inmendagri tersebut, kata Sulkarnain, seperti peniadaan mudik (pulang kampung) bagi masyarakat, peningkatan pengawasan atau pengetatan protokol kesehatan (prokes) pada tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti rumah ibadah (gereja), tempat perbelanjaan, dan tempat wisata.

“Berdasarkan Inmendagri dibatasi maksimal 50 persen dengan penerapan prokes ketat. Saat ini kami sedang menyusun regulasi yang mengacu pada Inmendagri tersebut,” ujar Sulkarnain Kadir.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sultra ini berharap masyarakat tidak perlu khawatir dengan penerapan PPKM level 3. Pasalnya, apapun levelnya hanya masyarakat sendiri yang menjalaninya.

Di sisi lain, Wali Kota Sulkarnain meminta masyarakat untuk membatasi diri dan tidak euforia di masa Nataru nanti. Itu penting dilakukan agar bisa terhindar dari penularan wabah yang menyerang sistem pernapasan itu.

“Kami hanya melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Mari jaga kondisi yang sudah kondusif ini,” kata Sulkarnain Kadir.

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Covid Sultra Nur Endang Abbas mengatakan, Inmendagri diterapkan di 17 Kabupaten dan kota se-Sultra. “Penanganan satgas covid di seluruh kabupaten dan kota se-Sultra tidak pernah berhenti. Hingga kini masih terus berlangsung. Seperti edukasi, sosialisasi terkait dengan prokes,” kata Nur Endang Abbas kepada Kendari Pos, Rabu (24/11).

Mengenai cuti nataru, kata dia, akan ditindaklanjuti dan menjadi perhatian bersama. Termasuk tempat keramaian. Nantinya akan dibuat surat edaran agar semuanya bisa kondusif, mematuhi prokes. “Tujuannya agar pada momentum Nataru tidak ada klaster baru penyebaran covid,” ujarnya.

Jendral ASN Sultra ini menambahkan, aktivitas di posko satgas covid konsisten aktif. Bahkan pelayanan tidak pernah berhenti. Baik di satgas provinsi maupun di daerah. Misalnya update data terkait dengan covid hadir setiap hari. Data-data di daerah terpusat di provinsi sebelum dikirim atau dilaporkan ke pusat.

Terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr.Algazali Amirullah, mengatakan kebijakan penerapan level 3 pada libur Nataru sudah tepat dalam rangka mencegah penularan covid. “Kami harap masyarakat bisa menahan diri dan mematuhi prokes agar tidak tertular Covid-19,” kata dr.Algazali, kemarin.

Sekedar informasi, jumlah kasus Covid di Kota Kendari, hingga kemarin (24/11) tercatat sebanyak 7.720 kasus. Rinciannya, 1 kasus aktif, 7.624 sembuh, dan 95 pasien dinyatakan meninggal dunia. (ags/ali/b)

Tinggalkan Balasan