La Bakry

–Bupati Buton La Bakry Meningkatkan SDM Melalui Sektor Pendidikan–

KENDARIPOS.CO.ID– Derap langkah pembangunan Bupati Buton La Bakry terus bergema. Selain fokus menasionalkan aspal Buton (Asbuton) dan pengembangan sektor pertanian, Bupati Buton La Bakry tak mengesampingkan aspek pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan. Sejumlah kebijakan strategis sudah dilakukan demi meningkatkan sumber daya manusia di tanah Wolio.

Kebijakan itu mulai dari alokasi anggaran beasiswa Buton Cerdas hingga pengadaan seragam sekolah gratis. Terbaru adalah pembangunan perpustakaan daerah modern. Anggaran pembangunannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2021. Gedung perpustakaan daerah sudah tuntas dibangun dan kini menunggu waktu peresmian.

Bupati Buton La Bakry mengatakan, hanya sedikit daerah yang mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perpustakaan. Olehnya itu, sebuah kesyukuran jika pada akhirnya perjuangan melobi di pemerintah pusat selama ini bisa berhasil. Tahun 2021 ini, Pemkab Buton punya perpustakaan daerah yang representatif. Anggaran pembangunannya sekria Rp8 miliar. “Tidak disangka kita bisa dapat DAK. Ini sudah selesai, tinggal kita tunggu penyerahan dari pihak ketiga, lalu kita manfaatkan,” kata Bupati La Bakry kepada Kendari Pos, kemarin.

Jika tak ada aral melintang awal tahun 2022 nanti, gedung gudang ilmu itu akan diresmikan pemanfaatannya. Bupati Buton, La Bakry memprediksi sebelum masa jabatannya berakhir pada Juli 2022 nanti, perpustakaan mdoern itu beroperasi. “Sudah selesai, tapi masih diaudit dulu selama enam bulan. Saat ini, perpustakaan masih tanggung jawab pihak ketiga. Setelah itu diserahkan ke kita (Pemkab Buton),” terang Bupati Buton, La Bakry.

ELYN IPO / KENDARI POS
Perpustakaan daerah modern berdiri megah di Pasarwajo, ibu kota Kabupaten Buton. Pembangunan
perpustakaan itu tak lepas dari upaya Bupati Buton La Bakry melobi pemerintah pusat sehingga mendapat porsi anggaran DAK ahun 2021.

Suami dari Delya Montolalu itu mengaku sudah membangun komunikasi dengan praktisi pendidikan Sultra agar naskah-naskah kuno yang berhubungan dengan sejarah pulau Buton bisa disimpan di perpustakaan tersebut. “Saya sudah bertemu dan berdiskusi Prof. La Niampe, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo, agar puluhan ribu naskah kuno, yang diambil di Belanda bisa disimpan di Buton,” imbuh Bupati La Bakry.

Selain buku bacaan fisik, perpustakaan daerah modern itu akan dilengkapi e-library. Bacaan lokal, nasional hingga internasional bisa diakses melalui internet berbasis perpustakaan elektronik itu. “Kita akan siapkan juga e-library, supaya ini benar-benar bisa menjadi sumber pustaka yang lengkap,” kata Bupati La Bakry.

Kehadiran perpustakaan daerah modern itu sangat strategis mengingat sejumlah perguruan tinggi sudah berdiri di Pasarwajo, ibu kota Kabupaten Buton. Mahasiswa tentu membutuhkan buku-buku referensi tambahan untuk tugas kuliah atau tugas akhir. “Anak-anak (mahasiswa dan pelajar) kalau mau menyelesaikan tugas tidak perlu ke perpustakaan di Kota Baubau lagi. Sebab sudah ada perpustakaan modern di Pasarwajo,” tutup Bupati Buton La Bakry. (lyn/b)

Tinggalkan Balasan