FOTO: MUH. ABDI ASMAUL AMRIN/KENDARI POS
Direktur Utama Kendari Pos Irwan Zainuddin (kiri), saat memaparkan materi dalam diskusi yang digelar Badan Kesbangpol Pemkot Kendari bersama Koordinator Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Sultra, Muh. Nato Alhaq (dua dari kanan), Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sultra, La Ode Azizul (dua dari kiri), Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Saleh (tengah) di Hotel Plaza Inn Kendari, Selasa (22/11).

–Sarana Informasi Pemilu 2024

KENDARIPOS.CO.ID– Era disrupsi mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Termasuk berpengaruh pada penyediaan informasi (media) yang kian beragam. Meski begitu, Pemkot Kendari meyakini peran media cetak masih sangat berpengaruh dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Terutama informasi soal pemilihan umum.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik (Kesbangpol) Kota Kendari, Suhardin, mengatakan saat ini sarana informasi cukup banyak seiring perkembangan teknologi, namun peran media cetak seperti Harian Kendari Pos masih sangat dibutuhkan, terutama informasi seputar pemilu dan kampanye. Selain karena sudah diamanatkan dalam Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2018, yang mana peserta pemilu dapat menayangkan iklan kampanye melalui media cetak, juga karena media cetak memiliki fokus pembaca tetap dan menjangkau semua kalangan.

“Media cetak masih tetap digunakan, meski diera digital. Begitu juga dengan baliho dan spanduk tetap tidak akan digantikan,” kata Suhardin dalam diskusi bertema Masih Pentingkah Baliho, Spanduk di Era Digital dalam Pelaksanaan Pemilu yang digelar Badan Kesbangpol Kendari di PlazaInn Kendari, Senin (22/11) kemarin.

Pada saat yang sama, Direktur Utama (Dirut) Kendari Pos, Irwan Zainuddin, mengatakan penggunaan baliho, spanduk dan media cetak masih sangat efektif dalam sosialisasi (kampanye) pada Pemilu 2024.
Bagi Irwan Zainuddin, media cetak bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang tidak terjangkau oleh internet dan media lainnya. Hal tersebut menjadi alasan mengapa semua kontestan masih menjadikan media cetak, baliho dan spanduk sebagai pilihan pertama saat kampanye.

Dirut Irwan tak menampik jika diera disrupsi saat ini, media cetak sedikit tergerus dengan perkembangan teknologi. Namun, pilihannya tetap melahirkan terobosan berupa konvergensi media. “Kami melakukan konvergensi media atau menyatukan lima platform media dengan satu tujuan yakni menginformasikan kepada publik sarana informasi yang lebih lengkap dan detail sesuai kebutuhannya,” ungkapnya.

Dirut Irwan menjelaskan Kendari Pos di era disrupsi saat ini menghadirkan beberapa platform media seperti Kendari Pos versi cetak dan elektronik (E-Koran/Paper), kendaripos.co.id, kendarinews.com, Update News, dan kanal youtube Kendari Pos Channel.

Meski hadir dengan berbagai platform media, Dirut Irwan memastikan Kendari Pos tetap menunaikan fungsi jurnalistik sebagai sarana informasi, edukasi, hiburan, dan kontrol sosial. “Kami akan terus melahirkan inovasi sehingga bisa mendapatkan kepercayaan publik di setiap zaman,” kata Irwan Zainuddin.

Sementara itu, Kordinator Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Sultra, Nato Alhaq, mengatakan di era kemajuan teknologi saat ini, penyampaian informasi seputar pemilu bisa dilakukan melalui baliho, spanduk, media cetak, elektronik dan cyber. Itu penting dalam rangka edukasi politik masyarakat.

Nato berharap produksi informasi tidak perlu berlebihan. Cukup dalam tahap kewajaran karena yang terpenting adalah pesan informasi yang ingin disajikan sampai kepada masyarakat.”Sebuah kemubaziran apabila kita memproduksi spanduk dan baliho yang kurang menyangkut publik. Ini baru jangkauannya. Belum lagi efektif dan efisiennya ruangnya, bagaimana soal murah atau mahalnya dan terakhir apakah ini tidak menciderai bumi pada akhirnya,” kata Nato. (ags/b)

Tinggalkan Balasan