Barcode PeduliLindung


-Pindai QR Code PeduliLindungi Segera Diberlakukan

KENDARIPOS.CO.ID– Penerapan aplikasi PeduliLindungi segera diberlakukan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Kendari nomor 440/6362/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 di Kota Kendari.

Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Hj Nahwa Umar mengaku siap menjalankan instruksi Wali Kota Kendari. Ia memastikan seluruh ASN sebelum masuk kantor wajib melakukan scan aplikasi peduli lindungi yang dimilikinya. “ASN maupun pengunjung yang datang ke kantor wajib melakukan skrining. Semua harus melalui pemeriksaan dan pemantauan melalui aplikasi PeduliLindungi,” kata Nahwa Umar kemarin.

Sebagai langkah awal, Jenderal ASN ini meminta OPD untuk melakukan pengajuan QR Code PeduliLindungi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Nanti akan diverifikasi oleh kemenkes. Apabila sudah disetujui akan ada email yang dikirimkan oleh PeduliLindungi ke alamat email yang didaftarkan berupa QR Code. Verifikasi dilakukan 1 x 24 jam,” jelas Nahwa.

Mantan Kepala Bapenda ini meyakini penerapan aplikasi PeduliLindungi bisa mengendalikan penularan covid lantaran pengoperasiannya yang saling terhubung. Misalnya jika seseorang melakukan scan barcode menggunakan aplikasi (pedulilindungi)-nya maka akan terbaca riwayat kesehatannya.

Jika hasil scan barcodenya berwarna hijau lanjut Nahwa, artinya masyarakat sudah mendapatkan vaksin lengkap (dosis 1 dan 2) serta tidak ada catatan hasil tes (Swab/PCR) positif. Itu diizinkan masuk dengan prokes ketat. Jika berwarna kuning, artinya masyarakat baru menerima vaksin dosis 1. Itu disarankan melaksanakan vaksin kedua. Diizinkan masuk dengan prokes ketat memakai masker plus Faceshield. “Kalau warna merah berarti belum vaksin.

Tapi bila hasil scan barcode hasilnya berwarna hitam berarti positif Covid atau kontak erat sehingga perlu mendapatkan penanganan medis. Warna merah dan hitam dilarang masuk sebelum kondisinya benar-benar pulih. Kebijakan ini berlaku untuk semua tempat fasilitas umum seperti hotel, pusat perbelanjaan bahkan rumah makan,” katanya. (b/ags)

Tinggalkan Balasan