WA ODE AMALA AHZA/KENDARI POS
SEJALAN DENGAN RPJMD : Sekab Baubau, Roni Muhtar (depan) ketika berbicara dalam kegiatan bimbingan teknis penyusunan master plan smart city, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID– Setelah tiga bulan berjalan, bimbingan teknis penyusunan master plan smart city di Kota Baubau, akhirnya tuntas juga. Dokumen perencanaan implementasi smart city telah dirampungkan bersama Tim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kini, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat tinggal menjabarkan tiap poin sesuai tupoksi masing-masing demi mewujudkan Baubau sebagai smart city.

Pihak Kementerian Kominfo menilai, implementasi smart city di Baubau tidaklah sulit. Sebab sudah sejalan dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Dijelaskan, berbagai pihak kerap beranggapan jika smart city berarti menggunakan teknologi.

Padahal, smart city adalah kawasan yang dapat mengelola berbagai sumber daya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan dengan inovasi, terintegrasi dan berkelanjutan untuk menyediakan infrastruktur serta memberikan layanan dalam peningkatan kualitas hidup warganya. “Tidak harus teknologi informasi, tetapi bicara kemampuan pengelolaan. Hanya memang untuk mengelola itu sering melibatkan teknologi untuk kemudahan,” kata Ir.Dr. Harya Damar Widiputra, Ketua Tim Ahli Penyusunan Master Plan KemenKominfo, Kamis (25/11).

Olehnya itu, implementasi smart city yang targetkan terwujud bertahap mulai tahun 2022 hingga 2031, butuh dukungan dan kolaborasi semua pihak. “Bukan hanya tugas Kominfo ya, tapi semua OPD harus punya program terintegrasi, apalagi RPJMD sudah sesuai dengan arah pembangunan Smart City,” sambungnya.

Ketua Panitia Penyusunan Master Plan Smart City, Rahmad Tuta, mengatakan, pihaknya sudah mengikuti semua rangkaian sesuai arahan Kemenkominfo. Mulai dari menyusun master plan, membuat program percepatan dan melaporkan hasil. “Tahap satu, penyusunan kesiapan smart city pada Agustus, tahap dua September lalu dengan menyusun buku. Tahap tiga Oktober membuat road map dan keempat penyusunan program unggulan, semua sudah kita lewati,” jelas Rahmad Tuta.

Sementara itu Wali Kota Baubau, AS Tamrin melalui Sekot, Roni Muhtar, menyebut, otoritanya bersama Wakatobi, Buton dan Konsel adalah daerah yang beruntung mendapat pendampingan dari Pemerintah Pusat dalam perencanaan smart city. “Ternyata karena Baubau adalah bagian pengembangan pariwisata nasional. Selain itu Baubau juga daerah yang potensial dalam berbagai aspek,” katanya.
Mantan Kepala BKD Baubau ini berharap apa yang tertuang dalam dokumen perencanaan yang sudah digodok selama tiga bulan bisa menjadi acuan semua OPD dalam perumusan program-program kelembagaan setiap tahun. (b/mel)

Tinggalkan Balasan