ASTY NOVALISTA/KENDARI POS
TUNGGU PENCAIRAN : Pekerjaan PHJD di Pulau Tomia telah tuntas sejak akhir Oktober lalu. Saat ini sudah memasuki tahap penilaian dari Pemerintah Pusat untuk mendapatkan anggaran pengganti.

KENDARIPOS.CO.ID– Pekerjaan fisik program hibah jalan daerah (PHJD) di Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi sudah tuntas dikerjakan sejak Oktober lalu. Meski begitu, anggaran pengganti dari Pemerintah Pusat belum diturunkan. Sebelumnya, dalam mengerjakan proyek tersebut, Pemkab Wakatobi terlebih dahulu menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2021. Saat ini Pemerintah Pusat masih melakukan evaluasi dan penilaian terhadap kegiatan pengaspalan yang menyerap anggaran sekitar Rp 32 miliar itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Wakatobi, Nur Bahtiar, membenarkan, sampai saat ini dana pengganti dari APBN belum diturunkan. Semua tergantung dari hasil akhir penilaian pusat terkait pekerjaan fisik dengan waktu pelaksanaan selama delapan bulan lamanya ini.
Namun ia memastikan, untuk proyek ini hanya sampai tahun 2021 ini saja. Sebab Kabupaten Wakatobi telah mendapatkan alokasi PHJD tiga kali secara berturut-turut, sejak tahun 2019 hingga 2021 ini. “Sampai sekarang memang belum ada transfer dari pusat. Hanya sudah dinilai,” ujar Nur Bahtiar, kemarin.

Untuk diketahui, PHJD yang terealisasi di Kabupaten Wakatobi terlebih dulu menggunakan APBD. Setelah pekerjaan selesai dan penilaian tuntas, barulah Pemerintah Pusat mengucurkan anggaran yang sebelumnya terpakai untuk kegiatan PHJD. “Tergantung dari penilaian pusat. Kalau prestasinya bagus, maka hasilnya juga akan baik. Kita masih menunggu juga,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wakatobi, Kamaruddin, mengatakan pada penilaian pekerjaan PHJD yang sebelumnya telah tuntas, pihaknya mendapat penilaian yang baik. “Kita sudah realisasikan PHJD ini sejak tiga tahun lalu dan berakhir tahun ini. Kita patut bersyukur karena meskipun sebelumnya menggunakan APBD, tapi selalu diganti, bahkan hingga 97 persen,” tutur Kamaruddin. (b/thy)

Tinggalkan Balasan