(FOTO MAN IC Kendari)
Dua siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari, Arif Eka Surya, peraih medali Emas (dua kanan) dan Muh.Farisman Anshor, peraih medali Perunggu (dua kiri) bersama Kepala Kepala MAN Insan Cendekia Kota Kendari, H. Muhammad Naim (baju hijau corak batik) dan Guru Pembimbing Geografi MAN IC Kota Kendari (kiri) saat Pembukaan KSM Nasional 2021 lingkup Kanwil Kemenag Sultra. Dirangkaian dengan penyerahan Piala dan Piagam Penghargaan kepada para siswa peringkat 1 KSM Provinsi Sultra 2021.

KENDARIPOS.CO.ID– Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Kendari kembali mengharumkan nama Sultra di kancah nasional. Dua siswa sekolah dengan segudang prestasi ini, baru saja meraih medali emas dan perunggu dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional tahun  2021.

Kepala MAN Insan Cendekia Kendari, H. Muhammad Naim mengaku sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih kedua siswanya itu. Meski di tengah siruasi yang terbatas akibat Covid-19, keduanya mampu menunjukkan kemampuan dan berhasil menyabet medali pada KSM Nasional.

“Alhamdulillah saya amat bersyukur dan merasa bangga karena walaupun di masa pandemi Covid-19 anak-anak tetap memberikan prestasi untuk MAN IC. Karena itu, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian tersebut, semoga dengan raihan ini tetap menjadikan motivasi kepada siswa lainnya untuk tetap semangat dalam belajar dan berlatih,” kata H. Muhammad Naim, Kamis (4/11).

KSM merupakan salah satu angenda tahunan yang sangat bergengsi diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK).
Pelaksanaan KSM tingkat nasional tahun 2021  telah berlangsung sejak 23 sampai 25 Oktober 2021 lalu secara online. Peserta KSM dari Provinsi Sultra memusatkan pelaksanaannya di Ruang Laboratorium Komputer Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari. Dari enam bidang lomba untuk tingkat SMA/MA, MAN  Insan Cendekia Kota Kendari mengikutkan dua delegasi sebagai peserta KSM. 

“Kedua siswa yang ikut pada KSM tingkat Nasional, yakni Arif Eka Surya pada Bidang Biologi Terintegrasi dan Muhammad Farisman Anshor pada Bidang Geografi Terintegrasi, ” jelasnya.

Lanjut Naim, suatu anugrah yang tentu amat membanggakan bagi MAN IC saat hasil penilaian pelaksanaan seleksi KSM tingkat nasional diumumkan secara daring. Dimana hasilnya tiga delegasi dari Sultra berhasil meraih prestasi pada tingkat Nasional dan dua diantaranya merupakan siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari.

“Mereka berhasil meraih medali emas dan perunggu. Untuk  Arif Eka Surya berada pada peringkat dua secara Nasional yang kemudian dinobatkan sebagai peraih medali emas pada bidang Biologi Terintegrasi  dan Muhammad Farisman Anshor, peringkat 13 secara nasional dan dinobatkan sebagai peraih medali perunggu pada  bidang  Geografi  Terintegrasi,” bebernya.

Melalui perolehan 1 medali emas dan 1 medali perunggu, menempatkan MAN IC Kota Kendari berada pada posisi 10-12 madrasah atau salah satu sekolah peraih medali tertinggi dalam Kompetisi Sains Madrasah tingkat nasional tahun 2021. Posisi 10-12 karena perolehan medalinya sama, yaitu 1 Emas dan 1 Perunggu.

“Dengan perolehan itu kita sekaligus telah menempatkan  Provinsi Sultra pada posisi 15 dari 34 Provinsi se- Indonesia di ajang KSM, ” ungkapnya.

Tentunya prestasi yang telah diraih ini tidak lepas dari doa dan dukungan seluruh masyarakat Sultra, terutama support dari Kementerian Agama RI dan Kemenag Provinsi Sultra, serta seluruh orang tua siswa.

“Selain itu ucapan terima kasih juga tak lupa disampaikan  kepada dewan guru atas kerja ikhlas dan kerja kerasnya dalam memberikan pendampingan dan pembimbingan kapada siswa-siswi MAN IC Kota Kendari. Secara khusus,saya menyampaikan terima kasih kepada Andi Baso Sofyan sebagai Pembimbing bidang Geografi Terintegrasi, Ahmad Bisri dan Adillah Fauziah, serta Muhammad Naim sebagai asisten pembimbing pada Bidang Biologi Terintegrasi,” ucapnya.

Kedepan MAN IC bakal kembali mengikuti ajang bergensi ini dengan target medali yang lebih banyak lagi. Prestasi yang diraih MAN IC  mendorong para siswa untuk tetap berpegang pada moto madrasah, belajar adalah ibadah dan prestasi untuk dakwah. Karena ini adalah prestasi maka harapan utamanya prestasi yang dihasilkan bisa menjadi dakwah bagi dirinya dan bermanfaat untuk orang lain, minimal untuk teman sekolahnya agar bisa bersama-sama mengukir prestasi lagi kedepan.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, H. Zainal Mustamin sangat bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kedua siswa beserta pendamping yang telah berjuang hingga memperoleh hasil yang terbaik.

“Ini merupakan capaian yang  membanggakan. Terima kasih dan sukses kepada para pendamping dan siswa hebat yang telah mewujudkan madrasah yang mandiri dan berprestasi,” ungkapnya.

Menurutnya dengan prestasi ini membuka peluang prestasi yang lebih besar kedepan. Bahkan bukti kepada daerah-daerah lain bila Sultra pun mampu mengukir prestasi kancah Nasional bukan sekedar isapan jempol belaka,” tandas Kakanwil. (rah/b)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.