ZULFADLY NUR/KENDARI POS
CEGAH STUNTING : Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei (ketiga dari kiri) menerima bantuan dua alat USG dari Kemenkes yang diserahkan Plt. Dirjen Kesmas, drg. Kartini Rustandi, M.Kes, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID– Pencegahan stunting di seluruh tanah air, tak terkecuali di Kabupaten Kolaka, terus diupayakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Saat melakukan kunjungan di Bumi Mekongga, pihak Kemenkes melakukan monitoring dan evaluasi aksi stunting, Senin (22/11).

Dalam kunjungannya tersebut, Kemenkes memberikan dua perangkat ultrasonografi (USG) untuk Pemkab Kolaka yang nantinya akan difungsikan pada Puskesmas Tanggetada dan Watubangga. “Ada 19 alat USG yang akan diberikan pada tujuh daerah di Sulawesi Tenggara. Kabupaten Kolaka dan Konawe Selatan masing-masing dapat dua, Bombana dan Buton Utara masing-masing tiga unit, Buton Selatan satu unit, dan Buton serta Konawe Utara masing-masing empat unit,” ungkap Plt. Dirjen Kesmas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, drg. Kartini Rustandi, M.Kes, saat menghadiri pertemuan publikasi data stunting, kemarin.

Kartini menjelaskan, alat USG yang diserahkan tersebut bertujuan untuk membantu melakukan diagnosa kepada ibu hamil. Kata dia, pelaksanaan pencegahan stunting adalah bagaimana persiapan untuk memantau kesehatan bayi dan ibu selama hamil. “Kami akan pantau seribu hari kehidupan pertama. Jadi sejak tenaga medis menemukan seorang ibu yang hamil maka mulailah saat itu dipantau. Dengan menggunakan USG ini maka dapat diketahui sejak awal, apakah ada kelainan pada anak atau tidak,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kartini juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Kolaka beserta seluruh pihaknya terkait yang telah bekerja melakukan pencegahan stunting di Bumi Mekongga. “Kemenkes juga mengucapkan terima kasih kepada PKK yang sudah bekerja keras membina Posyandu dalam melakukan pembinaan pertumbuhan anak-anak di lapangan. Termasuk bagi kepala Puskesmas dan jajarannya yang telah melaksanakan pelayanan kesehatan. Pelayanan kalian adalah bagian dari membangun Indonesia yang sehat,” ujarnya.

Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei yang juga hadir dalam pertamuan tersebut menjelaskan, pencegahan stunting dapat berjalan dengan baik bila ada intervensi dari camat, lurah dan desa, serta kepala Puskesmas. Di samping itu, komunikasi dengan instansi terkait juga harus berjalan. “Stunting ini kita berhadapan dengan dua hal yaitu perilaku dan ekonomi. Ini semua dapat dilewati jika kita bekerja sungguh-sungguh dan ikhlas,” tambah Ahmad Safei. (b/fad)

Tinggalkan Balasan