Mujahidin

KENDARIPOS.CO.ID– Sidang tuntutan ganti rugi (TGR) pada dua kontraktor yang dijadwalkan Senin (7/11), batal digelar.Penyebabnya karena komposisi majelis yang akan menggelar sidang tersebut tidak lengkap.
“Untuk menggelar sidang TGR ini harus lengkap. Kami majelis ada enam orang. Sedangkan Pak Sekretaris Kabupaten (Sekab) selaku ketua majelis sedang tugas keluar daerah. Begitu pun dengan anggota majelis lainnya seperti Asisten III yang sedang melaksanakan kegiatan di Kota Kendari.

Olehnya itu, sidang TGR yang sedianya hari ini kami gelar tidak dapat dilaksanakan. Tapi kami akan tetap berupaya melaksanakannya di pekan ini,” ungkap Sekretaris Majelis Tuntutan Ganti Kerugian Daerah, Mujahidin saat ditemui, kemarin.

Inspektur Kabupaten Kolaka tersebut mengatakan, jika dua kontraktor itu nantinya tidak hadir lagi, maka pihaknya akan tetap mengambil kesimpulan. “Kami masih pelajari dulu. Apakah jika mereka tidak hadir nanti kita langsung serahkan ke pengacara negara atau diagendakan lagi untuk sidang. Yang jelas pada saat sidang berikutnya nanti itu sudah ada putusan,” jelasnya.

Mujahidin menuturkan, dua perusahaan yang akan menjalani sidang TGR tersebut adalah CV Duta Rama dan CV Karier Utama Mandiri. Kerugian daerah yang ditimbulkan kedua perusahaan tersebut karena pekerjaan proyeknya tidak sesuai volume dengan nominal lebih dari Rp 300 juta. “CV Duta Rama ini mempunyai lima proyek yang tidak sesuai volume. Total kerugian daerah yang ditimbulkan sebesar Rp 126 juta. Sedangkan untuk CV Karier Utama Mandiri mengerjakan dua proyek dan mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp 189 juta,” rinci Mujahidin.

Untuk diketehui, sebelumnya dua kontraktor dan sejumlah PNS yang bertugas di Pemkab Kolaka diminta melakukan ganti rugi. Permintaan karena dua kontraktor tersebut mengerjakan proyek fisik pemerintah, tidak sesuai dengan volume yang ditentukan. Sementara untuk para PNS, diduga telah menghilangkan aset daerah seperti laptop dan motor. Adapun sidang tersebut dilaksanakan berdasarkan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan. (b/fad)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.