FOTO: MUH. ABDI ASMAUL AMRIN/KENDARI POS
Wagub Sultra, Lukman Abunawas (kanan) dan Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio (tengah) saat pembukaan pameran alat musik tradisional nusantara di UPTD Museum Sultra, Senin (22/11).

KENDARIPOS.CO.ID– Alat musik tradisional merupakan warisan leluhur yang merupakan kearifan lokal daerah. Generasi masa kini dan akan datang patut melestarikan kekayaan budaya daerah agar tetap eksis di tengah gempuran teknologi modern. “Mesti kreatif dan inovatif dalam pelestarian dan pengembangan alat musik tradisional,”ujar Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Lukman Abunawas saat membuka pameran alat musik tradisional nusantara di UPTD Museum dan Taman Budaya Dinas Dikbud Sultra Sultra, Senin (22/11) malam.

Lukman Abunawas mengatakan, budaya adalah warisan yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Di satu sisi, lembaga adat mampu mengembangkannya budaya merupakan aset daerah, nasional dan bangsa. “Kurang lebih ada 47 suku yang mendiami Sultra. Salah satunya suku Wolio di Buton yang sejak dulu terkenal mengembangkan budaya misalnya budaya Keraton. Peninggalan kesultanan buton yang tetap terpelihara. Yang memerlukan penjagaan dan pelestarian bersama,” kata Lukman Abunawas.

Mantan Bupati Konawe dua periode itu menerangkan, pelayanan publik mesti mampu memperkenalkan dan mengangkat kebudayaan lokal, serta membentuk karakter bangsa. “Ada lima pilar pembangunan Pemprov. Salah satunya pilar Sultra Beriman dan Berbudaya. Bukan saja mengembangkan program keagamaan, tapi aspek kebudayaan,” terang Lukman Abuawas.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio menuturkan, pameran alat musik tradisional tahun 2021 ini, Sultra dipercaya sebagai tuan rumah. “Ini adalah sebuah kebanggaan bagi kita, karena dipercaya menggelar kegiatan berskala nasional,” ujarnya. (ali/b)


Tinggalkan Balasan