KENDARIPOS.CO.ID — Lowongnya kepala daerah di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim ) menjadi perhatian serius Plh. Bupati Koltim, H. Belli Tombili. Penjabat (Pj) Sekda Koltim itu berkolaborasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun dilakoni.

Agenda utamanya adalah meminta petunjuk terkait percepatan pengisian jabatan bupati dan wakil bupati di daerah itu yang saat ini lowong. Kini anggota parlamen dan Pemkab Koltim tinggal menanti fatwa tertulis dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Plh. Bupati Koltim, H. Belli Tombili juga membenarkan langkah tersebut. “Saya masih menunggu secara tertulis dari Kemendagri perihal balasan surat tersebut. Terkait kewenangan siapa yang akan mengusulkan ke DPRD calon dari partai pengusung, Mendagri juga akan menjawab tertulis. Semoga surat tersebut cepat keluar dan proses tahapan bisa dilaksanakan. Kami Pemkab bersama DPRD terus berusaha bagaimana daerah ini bisa memiliki kepala daerah defintif,” ujar Belli Tombili kepada Kendari Pos, Kamis (4/11) kemarin.

Ilustrasi (net)

Sementara itu, Ketua DPRD Koltim, Suhaemi Nasir, mengungkapkan, konsultasi secara berjenjang ditempuh DPRD. Mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sampai ke Kemendagri, bahkan hingga dua kali. “Kami masih menunggu surat resmi dari Mendagri terkait apa yang dipertanyakan dalam surat tersebut. Jika sudah ada surat resmi, maka DPRD akan menyusun langkah selanjutnya,” kata Suhaemi Nasir, Kamis (11/4).

Selain bersama anggota DPRD lintas komisi, konsultasi itu juga dihadiri Plh. Bupati Koltim, H. Belli. DPRD Koltim menurut Suhaemi, sudah dua kali menyurat dan akan dijawab secara tertulis oleh Kemendagri. “Makanya kami tunggu surat balasan itu, untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya,” ulang Suhaemi, menegaskan. Ia mengaku, DPRD tidak tinggal diam dalam menyikapi penyelesaian kekosongan jabatan bupati dan wakil bupati Koltim. (kus/b)

DPRD Koltim Sudah Dua Kali Menyurat ke Kemendagri

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.