Berjuang Menasionalkan Asbuton, Wamen Janji Berkunjung ke Buton

KENDARIPOS.CO.ID — Semangat Bupati Buton La Bakry untuk memperjuangkan pemanfaatan Aspal Buton (Asbuton) sebagai bahan baku aspal nasional tak pernah kendur. Optimisme masih terpatri dihatinya. La Bakry enggan duduk manis dan menunggu keputusan pemerintah pusat. Dia memilih terbang ke Jakarta dan melobi di kementerian. Kejayaan aspal Buton hanya menunggu waktu.

Bupati Buton La Bakry menemui Wakil Menteri (Wamen) PUPR, John Wempi Wetipo di Jakarta, Kamis (4/11). Di hubungi via telepon selulernya, Bupati La Bakry membenarkan pertemuan itu. Dia mengaku, audiensi bersama pejabat pusat itu memang terkait potensi aspal Buton. “Saya dan Wamen bertemu malam ini di Kantor Kementerian PUPR. Kami membahas aspal Buton. Ini tindaklanjut dari perjuangan kita yang kemarin-kemarin agar Aspal Buton menjadi bahan baku utama pengaspalan jalan nasional,” jelasnya kepada Kendari Pos, tadi malam.

Pasangan Wakil Bupati Buton Iis Elianti itu menyebut respons sang wamen sangat positif. Bahkan terbangun komitmen bahwa Wamen PUPR John Wempi akan berkunjung di Tanah Wolio. “Rencana kunjungan Wamen PUPR ke Buton untuk memastikan produksi aspal Buton agar memenuhi kebutuhan aspal nasional,” ungkap La Bakry.

Bupati Buton La Bakry (tengah) dan Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo (kiri) membahas potensi pemanfaatan Aspal Buton dalam proyek infrastruktur jalan nasional di ruang kerja Menteri PUPR, Kamis (4/11) malam. HUMAS PEMKAB BUTON FOR KENDARI POS

Menurut data Kementerian PUPR, Asbuton memiliki potensi pemanfaatan per tahunnya sebesar 167.182 ton. Itu artinya 25 persen akan diserap untuk peningkatan dan pembangunan jalan nasional, selain tentunya aspal karet. Panjang jalan yang ditangani dengan overlay setiap tahun diperkirakan untuk jalan nasional 1.120 kilometer, jalan provinsi 220 kilometer, dan jalan kabupaten 1.822 kilometer.

“Wamen akan datang (ke Buton) melihat langsung, supaya paparan-paparan kita tadi bisa dilihat langsung faktanya bahwa deposit aspal kita ada ratusan juta ton, dan tidak akan habis ratusan tahun dipakai,” imbuh Bupati La Bakry.

Sementara itu, dalam rangka mendukung percepatan pemanfaatan aspal Buton, maka tugas Pemkab Buton adalah membangun infrastruktur pendukung. Mulai dari jalan jembatan dan pelabuhan. Untuk urusan jalan dan jembatan, Pemkab Buton sudah merintis jalan baru sepanjang 28 kilometer yang menghubungkan Pasarwajo dan Lasalimu. Selanjutnya, saat ini Pemkab tengah menyiapkan pembangunan jembatan Nambo di Lasalimu sebagai pelabuhan tambang aspal nanti.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buton, Nasbah mengatakan akhir tahun ini pihaknya kebagian tugas membuat Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Desain (DED) untuk pelabuhan tersebut. “Kita mempersiapkan FS dan DED-nya sekarang. Masing-masing 500 juta, karena ini bentuknya seperti penelitian. Waktunya cukup 1 sampai 2 bulan,” katanya kepada Kendari Pos, kemarin.

Pelabuhan Nambo, kata Nasbah, butuh perluasan. Sebab diperuntukan menjadi pusat angkutan kapal-kapal dan dum truk bertonase besar. Sehingga harus ditambah luasannya. “Setelah pertemuan di pusat itu diminta dermaganya minimal 600 meter, sementara saat ini hanya 115 meter, jadi perlu di tambah,” lanjutnya.

Jika FS dan DED tuntas, maka selanjutnya akan dibuatkan master plan secara menyeluruh. Itu akan menjadi gawean pemerintah provinsi sebagai mitra yang ditugaskan pemerintah pusat. “Tahun depan baru perencanaan. Akan terus jalan secara bertahap sampai bisa dioperasikan,” pungkas Nasbah. (lyn/b)

Pemkab Buton Membangun Infrastruktur Pendukung

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.