Sahudin.

KENDARIPOS.CO.ID– Kuota pengukuran tanah melalui program penyertifikatan tanah sistematis lengkap (PTSL) pada tahun 2019 di Desa Numana, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Wakatobi, mencapai 700 bidang. Namun setelah pihak Kantor Pertanahan Wakatobi melakukan pengukuran bidang tanah yang selama ini belum tersertifikat, ditemukan ada beberapa tak memenuhi syarat.

Sehingga pada tahun 2020 lalu, baru ada 247 bidang tanah di desa tersebut yang berhasil diterbitkan sertifikatnya.
Sekretaris Desa Numana, Sahudin, menjelaskan, 247 sertifikat yang telah diserahkan Pertanahan Wakatobi dan diterima pihak Pemerintah Desa Numana sudah hampir semuanya dibagikan pada pemiliknya.

Sementara untuk warga pemilik 400 lebih bidang tanah sebagai calon penerima, diminta untuk bersabar dan menunggu. “Yang tidak lolos ini, misalnya saat diukur ternyata tumpang tindih dengan tanah lain. Sehingga melalui alat pengukuran itu, tanah tersebut tidak lolos. Sekarang alatnya bukan manual lagi. Ada juga yang memang sudah lolos verifikasi, tapi belum keluar sertifikatnya,” sambung Sahudin.

Kendati pada tahun 2020 dan 2021 ini Desa Numana belum mendapatkan kuota PTSL, namun ada sebanyak 10 bidang tanah dari program bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM). Pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Wakatobi memiliki program sertifikat hak atas tanah lintas sektor. Untuk elaku UKM, ada kuota sebanyak 250 sertifikat tanah. “Kalau untuk program UKM, kita sudah pengukuran juga dan ada sebanyak 10 bidang tanah warga yang berhak menerima dan punya usaha,” pungkasnya. (c/thy)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.