HADRIAN INDRA MAPA/KENDARI POS
PERCEPAT PEMBAHASAN : Bupati Butur, Muh. Ridwan Zakariah (kanan) menyerahkan nota pengantar rancangan KUA-PPAS tahun 2022 di ruang rapat paripurna DPRD, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID– Draf anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2021 yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) ditolak Kementerian Dalam Negeri. Itu karena waktu yang ditentukan untuk pembahasan dan penetapan, sudah terlambat. Kini, Pemkab Butur bergerak cepat menyerahkan nota pengantar rancangan kebijakan umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) tahun 2022 di ruang rapat paripurna DPRD, Jumat (5/11).

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan legislatif diberi batas waktu hingga 31 November untuk menetapkan peraturan daerah APBD 2022. Bupati Butur, Muh. Ridwan Zakariah, mengungkapkan, untuk mengintegrasikan serta menyelaraskan perencanaan pembangunan dan keuangan daerah dalam APBD 2022, maka pihaknya berpedoman pada Permendagri nomor 90 tahun 2019 tentang klasifikasi, kodefikasi dan nomenklatur perencanaan pembangunan serta keuangan daerah.

Termasuk merujuk pada Permendagri nomor 70 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah.
“Sesuai amanat konstitusi, penyampaian nota KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2022, merupakan wujud perencanaan terhadap pengelolaan keuangan daerah yang dilaksanakan secara transparan dan akuntabel untuk kemakmuran, juga kesejahteraan rakyat. Ini tentu saja sesuai dengan visi menjadikan masyarakat Lipu Tinadeakono Sara Maju, Adil dan Sejahtera,” ujar Ridwan Zakariah, kemarin.

Mantan Sekab Buton itu berharap, pembahasan APBD tahun 2022 segera dilakukan dan tak terlambat lagi. Pasalnya, Butur sudah telat membahas APBD Perubahan yang akhirnya ditolak pihak Kementerian Dalam Negeri. Kejadian tersebut harus menjadi pelajaran berharga bagi eksekutif dan legislatif. Sementara itu, Ketua DPRD Butur, Diwan mengungkapkan, draft dokumen KUA-PPAS telah diterima dan akan segera dibahas untuk disepakati. “Kami akan mengagendakan secepatnya,” timpal Diwan. (b/had)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.