Ferdinand Sapan

KENDARIPOS.CO.ID– Rencana pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari belum dapat berjalan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe belum menyetujui besaran kompensasi yang disodorkan Pemkot Kendari sebesar 5 persen atas pembangunan SPAM di Desa Tabanggele, Kecamatan Anggalomoare tersebut.

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe, Ferdinand Sapan, mengatakan, hingga saat ini nota kesepakatan pembangunan SPAM Tabanggele belum ditandatangani Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Nilai kompensasi dirasa tidak sepadan jika dibandingkan potensi pendapatan yang diterima Pemkot jika SPAM tersebut telah dibangun dan beroperasi.
“Sementara Pemkot Kendari kan dasarnya tidak punya modal. Yang bangun itukan pakai dana Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Intake-nya punya Konawe. Sederhananya, airnya bukan (milik Pemkot), tanahnya bukan, uangnya juga bukan. Pemkot tidak punya modal, mereka cuma punya pasar tempat menjual air PDAM itu,” ujar Ferdinand Sapan, Selasa (9/11).

Ia menuturkan, Memorandum of Understanding (MoU) yang dibangun awalnya, Pemkab Konawe meminta kompensasi lebih dari 5 persen. Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, justru menginginkan skema pembagian kompensasi sebesar 60-40. 40 persen dari hasil penjualan air PDAM Kendari nantinya bisa diterima Pemkab Konawe.
“Kita yang punya wilayah, terus uangnya dari BUMN. Giliran sudah jadi, penjualannya dinikmati Pemkot Kendari. Memang alasannya untuk bayar cicilan pinjaman, tapi kan tidak ada modal Pemkot yang keluar. Itulah alasannya Pak Bupati belum mau tanda tangan kalau posisi pembagian itu belum jelas,” tegas mantan Kepala BPKAD Konawe tersebut.

Ferdinand mengaku, pada prinsipnya tidak ada masalah terkait pembangunan SPAM Tabanggele oleh PT Adhy Karya yang akan menyerap anggaran Rp 380 miliar tersebut. Hanya saja, menurutnya, investasi yang dilakukan harus berjalan secara inklusif yang menguntungkan bagi semua pihak. Dirinya pun menyebut, tak ada tendensi apapun atas belum diizinkannya Pemkot Kendari melakukan pembangunan SPAM di Tabanggele.
“Sampai saat ini upaya komunikasi belum ada. Tapi harusnya Pemkot Kendari yang proaktif. Bukan kami di Konawe, karena wilayahnya kita mereka mau pakai, tanah dan air mau dimanfaatkan. Intinya kami menunggu itikad dari Pemkot,” tandasnya. (c/adi)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.