Kepala Bapenda Sultra Yusuf Mundu

— Diduga Terlibat Kasus Penganiayaan

KENDARIPOS.CO.ID– Andai Yusuf Mundu mampu mengendalikan amarahnya, dia tak bakal berurusan polisi. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sultra itu diduga menganiaya aktivis Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) Sultra, Alfin. Kini Yusuf Mundu menyandang status tersangka. Mantan Pj. Bupati Konawe Utara (Konut) itu terancam terungku (penjara ; bui) selama dua tahun delapan bulan (2,8 tahun) sesuai pasal 351 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.

“Penyidik sudah meningkatkan status kepala Bapenda Sultra Yusuf Mundu sebagai tersangka penganiayaan. Dua alat bukti yang mendasari ditetapkannya Yusuf Mundu sebagai tersangka, nanti akan disampaikan di persidangan,” kata Kapolsek Poasia, AKP Muhammad Salam kepada Kendari Pos, Selasa (9/11).

AKP Muhammad Salam mengatakan, setelah melalui proses yang cukup alot, Yusuf Mundu ditetapkan tersangka dugaan penganiayaan. Penetapan tersangka itu setelah penyidik mengacu pada dua alat bukti yang cukup.

Ia menambahkan, penyidik masih terus bekerja, dan telah mengagendakan pemanggilan kedua kepada Kepala Bapenda Sultra Yusuf Mundu, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Pemeriksaan pertama, Kepala Bapenda Sultra sangat koperatif. Memenuhi panggilan kepolisian. Dalam waktu dekat beliau akan dipanggil kedua kalinya untuk pemeriksaan,” ungkap AKP Muhammad Salam.

Kendati sudah tersangka, Yusuf Mundu belum ditahan. “Untuk penahanan nanti penyidik yang akan memutuskan. Saat ini belum (ditahan). Nanti dilihat perkembangannya seperti apa,” ujar AKP Muhammad Salam.

Untuk diketahui, Kepala Bapenda Sultra, Yusuf Mundu M dilaporkan ke Polsek Poasia, Kendari dengan nomor: LP 379/X/2021/Sultra/Res-KDI/Siaga Polsek Poasia/tanggal 6 Oktober 2021 terkait dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap Alfin selaku Dewan Pembina GPMI Sultra pada 6 Oktober 2021.

Saat itu, Alfin bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam organisasi GPMI mendatangi Kantor Bapenda Sultra, sekira pukul 14.30 Wita. Mereka mempertanyakan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sultra terkait anggaran pengadaan mobiler Kantor Bapenda tahun anggaran 2020.

Empat perwakilan massa dipersilakan masuk di ruangan tunggu tamu Kepala Bapenda Sultra. Berselang satu menit mereka duduk, Kepala Bapenda Sultra Yusuf Mundu datang dan mempertanyakan maksud kedatangan tamunya. “Kami menjawab mau klarifikasi soal temuan BPK Sultra tahun anggaran 2020 yaitu terkait anggaran pengadaan mobiler kantor, lalu Kepala Bapenda dengan suara keras mempertanyakan keabsahan sumber data kami, apakah benar data tersebut bersumber dari BPK, saya jawab bahwa betul itu dari BPK,” terang Alfin kepada Kendari Pos, kemarin.

Alfin mengaku saat itu terjadi perdebatan dan dia ditunjuk-tunjuk oleh Yusuf Mundu. “Mulut saya ditusuk pakai telunjuknya dan mengenai bibir. Bibir bagian dalam sedikit mengalami luka, lalu dia remas rahang hingga kena mulut sebanyak dua kali. Saya pada saat itu tidak melawan, karena saya sudah tahu bila saya lakukan hal yang sama maka saya juga pasti dipenjara karena itu perbuatan penganiayaan,” urainya. (ali/b)

Yusuf Mundu Belum Ditahan

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.