KENDARIPOS.CO.ID — Sistem zonasi bagi guru bakal diterapkan. Apalagi perangkat program pemetaan dan pemerataan guru di Sultra telah siap. Saat ini, Pemprov melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra telah menyiapkan aplikasi yang diberinama Perahu untuk mendukung program ini.

SYAIFUL

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Dikbud Sultra, Syaiful mengatakan program pemetaan dan pemerataan akan dilakukan di seluruh kabupeten/kota. Namun penerapannya akan diberlakukan secara bertahap. Program ini akan dimulai dari Kota Kendari dan Baubau

“Kendari bersama Baubau telah ditetapkan menjadi pilot project. Pemilihan dua daerah ini lantaran terjadi penumpukan guru-guru. Mayoritas guru itu selalu mendekati daerah perkotaan, sehingga yang terjadi adalah banyaknya guru yang mendiami dua wilayah tersebut. Inilah yang menjadi landasan memilih dua daerah ini dalam pemetaan dan pemerataan. Jika kelebihan, nantinya akan disebar di daerah lain yang masih kekurangan guru,” jelas Syaiful, Selasa (2/11).

Proses pemerataan guru ini sambungnya, tidak mudah. Makanya, harus dilakukan secara bertahap agar penempatan guru di seluruh daerah merata. Sebab di daerah pelosok, tenaga pengajar sangat minim. Dengan program ini, kualitas sistem pendidikan tidak jomplang dan tidak ada lagi daerah tertinggal.

“Sesuai dengan visi misi pemerintah, bagaimana bisa memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh masyarakat. Salah satu solusinya dengan melakukan pemerataan guru, agar kualitas pendidikan merata. Harus diakui, kompetensi guru di daerah dan desa pasti berbeda,” ujarnya. (c/ilw)