Dody, SH

KENDARIPOS.CO.ID– Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra masih memburu tersangka LSO yang masuk DPO. Di saat yang sama, penyidik lainnya merampungkan berkas perkara tersangka LSO, Direktur Utama PT. Toshida Indonesia. Penyidik juga telah menyita aset LSO, berupa dua unit rumah di Tebet Barat, Jakarta Selatan. LSO terbelit kasus dugaan korupsi penyalahgunaan penggunaan kawasan hutan dan persetujuan RKAB PT.Toshida Indonesia.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sultra, Dody, SH, mengatakan, penyidik masih melengkapi berkas perkara tersangka LSO. Mulai dari surat perintah penyidikan, mengumpulkan berita acara pemeriksaan (BAP) saksi dan ahli. “Termasuk melengkapi data pendukung lainnya seperti berkas penyitaan dan penggeledahan aset tersangka,”kata Dody saat ditemui Kendari Pos di ruang kerjanya, Senin (22/11) kemarin.

Setelah berkas perkara tersangka LSO rampung, maka penyidik akan melimpahkan tahap I berkas perkaranya ke jaksa penuntut umum (JPU) untuk diteliti. “Jika dinyatakan lengkap oleh JPU akan dilimpahkan tahap dua (tersangka dan barang bukti dilimpahkan). Namun apabila menurut JPU berkas perkara belum lengkap maka akan dilengkapi lagi oleh penyidik,” jelas Doddy.

Sebelumnya, LSO ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Toshida Indonesia, yang merugikan negara hingga Rp 495 miliar. Beberapa kali yang bersangkutan mangkir dari panggilan penyidik sehingga diterbitkan surat daftar pencarian orang (DPO).

Pihak Kejati Sultra, masih mencari keberadaan LSO. Penyidik, kata Dody, telah menyita objek dua buah bangunan rumah dan tanah milik tersangka di Jakarta Selatan pada 12 November 2021. Surat penetapan izin penyitaan dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) tertanggal 11 November 2021.

“Andaikata yang bersangkutan belum ditemukan, tergantung penyidik, perkara akan dilimpahkan tanpa ada tersangka. Jika sebelum pelimpahan sudah kita tangkap akan lebih baik lagi. Saat ini kita masih mencari tersangka LSO, ” ujar Dody.

Dalam kasus ini, Kejati Sultra menetapkan empat tersangka. Tiga orang lainnya kini berstatus terdakwa di pengadilan Tipikor Kendari. Mereka adalah mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra, BHR, mantan Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Kabid Minerba) ESDM Sultra, YSM dan General Manager PT.Tosida Indonesia, UMR. (ali/b)

Tinggalkan Balasan