Rp14,9 Miliar Masuk Kas Negara

KENDARIPOS.CO.ID — Kinerja anak buah Kajati Sultra, Sarjono Turin di wilayah hukum Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe gemilang. Duit negara sekira Rp14,9 miliar berhasil diselamatkan dari tindak pidana Undang-Undang Minerba dan Kehutanan di Kabupaten Konawe Utara (Konut). Duit Rp14.9 miliar itu diperoleh negara dari hasil lelang barang bukti, setelah perkara hukum yang melibatkan tiga korporasi tambang sudah inkrah (berkekuatan hukum tetap). Tentu saja duit miliaran rupiah itu masuk ke kas negara.

Uang dari hasil lelang barang bukti yang disita negara diperlihatkan dalam konferensi pers di Kantor Kejati Sultra, Selasa (2/11). Tumpukan uang dalam kemasan plastik bening setinggi 30 centimeter dan dijejer sepanjang 2 meter.

Kepala Kejati Sultra, Sarjono Turin (tengah) didampingi Kepala Kejari Konawe Irwanuddin Tadjuddin (dua dari kanan) menunjukkan uang senilai Rp14,9 miliar hasil lelang barang bukti kejahatan pertambangan, Selasa (2/11). MUH.RUSLI / KENDARI POS

Kepala Kejati Sultra, Sarjono Turin mengatakan, lelang hasil BB tindak kejahatan itu merupakan bukti nyata sumbangsi Korps Adhyaksa Sultra kepada negara. Meski Kejari Konawe cukup jauh dari pusat ibu kota provinsi namun membuktikan bahwa kejaksaan berkontribusi kepada negara. “Proses lelangnya sudah digelar. Kasus ini (perkara tindak pidana penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin menteri) hasil operasi tangkap tangan pihak Mabes Polri,” ujar Sarjono Turin saat konferensi pers di Kantor Kejati Sultra, kemarin.

Di tempat yang sama, Kepala Kejari Konawe, Irwanuddin Tadjuddin memaparkan jika hasil lelang
Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp.14,9 miliar tersebut dari hasil penjualan barang bukti berupa 11 alat berat, 2 dum truk dan setumpuk ore nikel seberat 13 ribu matric ton. “Sisanya akan dilelang lagi,” ujarnya.

Total barang bukti yang telah disita kejaksaan berjumlah 62 unit alat berat, sejumlah dum truk dan 12 tumpukan ore. Barang bukti tersebut disita dari tiga perusahaan pertambangan di Desa Morombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang diusut Mabes Polri tahun 2020.

Tadjuddin menekankan jika tersangka yang dipaparkan dihadapan awak media tersebut lebih kepada korporasinya atau perusahaan. “Masih ada perkara-perkara lain yang akan menyusul termasuk pemilik IUP yang menjadi tersangka,” ucapnya.

Tiga perusahaan terlibat aksi kejahatan pertambangan tersebut masing-masing PT.Rocstone Mining Indonesia (RMI), PT.Pertambangan Nikel Nusantara (PNN) dan PT.Nusantara Persada Mandiri (NPM). Kasus tersebut telah melalui persidangan dan diputus inkra.

Ketiga perusahaan diduga menambang di dalam kawasan hutan lindung dan mengolah tambang di luar kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Aksi tersebut tercium Dittipiter Mabes Polri. Penyidik turun menyegel dan menyita puluhan alat berat dan tumpukan ore. (rus/b)

Tiga Perusahaan Terlibat Kejahatan Pertambangan