AGUS SETIAWAN/KENDARI POS
PENATAAN KAWASAN : Kawasan kumuh di Kota Kendari terus berkurang. Tahun ini, sekitar 168 hektar kawasan kumuh berhasil ditata. Tampak kawasan Bungkutoko – Petoaha setelah dilakukan penataan. Rencananya, program serupa bakal diaplikasikan di kawasan Pudai – Lapulu. Pengerjaannya akan dimulai awal Desember 2021.

Penataan Pudai-Lapulu Ditargetkan Rampung Juni 2022

KENDARIPOS.CO.ID– Kinerja Pemkot Kendari menata kawasan kumuh patut diapresiasi. Tiap tahun, luas kawasan kumuh terus berkurang. Tahun 2021, sekitar 168 hektar kawasan kumuh kembali berkurang. Dengan pengurangan ini, “PR” pemerintah menata kawasan kumuh tersisa 229 hektar.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan berkurangnya kawasan kumuh tak lepas dari kerja keras semua stakeholder termasuk masyarakat. Tidak hanya mengandalkan APBD, pemerintah turut berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR). Beberapa tahun ini, Kota Kendari keciprat anggaran pusat. “Semua terwujud berkat kerjasama semua pihak. Ini sangat baik dan sejalan dengan visi daerah yakni bagaimana menjadikan Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi (lingkungan), informasi dan teknologi,” kata Sulkarnain Kadir kemarin.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut program yang berkontribusi besar dalam penanganan kawasan kumuh di Kota Kendari melalui Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku. Pada tahun ini, pihaknya mendapatkan 3 program pendampingan Kotaku. Yaitu, program padat karya di 16 kelurahan, Kotaku skala lingkungan 2 kelurahan dan Kotaku skala kawasan Pudai-Lapulu.

Untuk program Kotaku skala kawasan sambungnya, baru akan dimulai pengerjaan pada Desember mendatang. Menariknya, dari seluruh kota di Indonesia hanya Kota Kendari yang kembali mendapat kepercayaan. “Penataan kawasan kumuh Bungkutoko dan Petoaha dianggap sukses, sehingga kita dapat lagi tahun ini Pudai-Lapulu dengan anggaran lebih besar. Bila yang lalu hanya Rp 42 miliar, kini naik menjadi Rp 56 miliar,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kota Kendari ini optimis wajah Pudai-Lapulu akan berubah total seperti Petoaha-Bungkutoko yang sudah tertata rapi. Bahkan bisa menjadi magnet baru warga metro untuk menikmati wahana ruang terbuka hijau yang disajikan. “Kawasan Lapulu sampai ke pelabuhan samudera itu nanti berubah total seperti berubahnya Bungkutoko. Jadi Lapulu yang menghadap ke teluk rapi nanti. Rumah-rumah yang ada di bibir teluk ditarik naik dan yang tidak punya tanah kita masukkan ke Rusunawa. Jadi ada alternatif, masyarakat merasa tidak digusur,” kata Sulkarnain.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari, Cornelius Padang mengatakan penataan kawasan kumuh merupakan salah satu misi Pemkot Kendari sebagaimana tertuang dalam RPJMD tahun 2017-2022. Makanya, program penataan kawasan menjadi perhatian.

Untuk kawasan Pudai – Lapulu kata dia, diprediksi tuntas pada Juni tahun depan. Rampungnya penataan dua kawasan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai destinasi wisata baru. Untuk memastikan kelancaran program, pihaknya siap berpartisipasi aktif terutama dalam menangani masyarakat yang terdampak penataan kawasan kumuh ini. “Warga masyarakat terdampak program yang bermukim di sekitar pesisir pantai Lapulu sebanyak kurang lebih 38 KK (Kepala Keluarga) telah kami lakukan proses penanganan dampak sosial berupa pemberian bantuan biaya hidup, biaya pindah dan sewa rumah sehingga proses pelaksanaan kegiatan diharapkan tidak mengalami kendala,” kata Cornelius. (b/ags)

Tinggalkan Balasan