Ilustrasi

Hingga September, Dinas P3A PPKB Catat 161 Kasus


KENDARIPOS.CO.ID– Tingkat kekerasan terhadap anak di Sultra masih terbilang tinggi. Sepanjang Januari hingga September 2021, tercatat sebanyak 161 kasus. Baubau, Kolaka dan Kendari menjadi daerah penyumbang kasus terbanyak. Sementara empat daerah yakni Buton Utara (Butur), Konawe Kepulauan (Konkep), Kolaka Timur (Koltim) dan Muna Barat (Mubar) nihil.

Kabid Data Informasi dan Partisipasi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A PPKB) Sultra, Murdiana Hasan mengatakan kasus kekerasan anak terbesar di Kota Baubau sebanyak 29 kasus. Disusul Kolaka dan Kota Kendari yang masing-masing 27 dan 25 kasus (lengkap lihat grafis). “Untuk daerah lain, masih di bawah 20 kasus. Di Sultra, ada empat daerah yang kasus kekerasan terhadap anak masih nol,” beber Murdiana Hasan kepada Kendari Pos kemarin.

Jumlah kasus yang tercatat kata dia, diperkirakan lebih besar. Pasalnya, kasus ini ibarat fenomena gunung es. Hanya sedikit yang nampak. Namun sebenarnya, jumlah banyak. Tidak sedikit korban enggan melaporkan dengan berbagai pertimbangan. Apalagi kasus yang terjadi di daerah. “Kita tidak tahu, mungkin masih banyak kasus di masyarakat yang belum dilaporkan. Mungkin karena malu ataupun alasan lain. Untuk sementara ini, data yang terlapor saja yang bisa kita data,” ujarnya.

Untuk menekan angka kekerasan anak, pihaknya akan membentuk lembaga khusus untuk perlindungan perempuan dan anak di masyarakat. Saat ini, telah membentuk Forum Partisipasi Masyarakat untuk kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa). “Lembaga ini diharapkan dapat memberi edukasi kepada masyarakat tentang tatacara memberikan laporan jika mendapatkan kekerasan,” tandasnya. (c/ali)

Tinggalkan Balasan