Penanganan Perkara Jangan Gaduh


KENDARIPOS.CO.ID — Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kajati Sultra), Sarjono Turin menyupervisi Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna. Sekaligus silaturahmi bersama Pemkab Muna dan Muna Barat (Mubar), Kamis (12/11).

Kehadiran Kajati Sarjono Turin disambut hangat Bupati Muna LM. Rusman Emba, Bupati Muna Barat Achmad Lamani dan jajaran Forkopimda dua kabupaten yang menjadi wilayah hukum Kejari Muna. Lawatan itu untuk memperkuat sinergisitas antara korps Adhyaksa dengan institusi lainnya.

Kajati Sultra, Sarjono Turin menitip pesan kepada Kejari Muna agar dalam penegakkan hukum selalu mengedepankan hati nurani. “Dalam penanganan perkara dugaan korupsi ataupun pidana lainnya harus menghindari kegaduhan. Sebab menurutnya, jaksa juga bertanggung jawab menjaga stabilitas daerah. “Supaya pembangunan itu lancar maka kondusifitas harus dijaga,” ujarnya saat menggelar ramah tamah bersama Pemkab Muna dan Mubar di aula Galampano Rumah Jabatan Bupati Muna, Kamis (11/11) kemarin.

Mantan Wakajati DKI Jakarta itu mengaku punya kesan baik yang dibawa pulang usai kunjungan kerja ke Kabupaten Muna. Kesan itu diungkapkan Kajati Sarjono Turin setelah melihat sambutan hangat pejabat Pemkab dan para pimpinan lembaga vertikal saat kunjungannya, kemarin.

Kajati Sarjono Turin mengaku bangga melihat sinergisitas yang baik antara Pemkab Muna, Muna Barat dan Forkopimda Muna. Ia menilai hal itu merupakan modal penting dalam kemitraan antar lembaga.
Ia menyimpulkan Kejari Muna berhasil membangun kerja sama antar lembaga dengan baik. Sehingga itu menjadi modal berharga bagi Kejaksaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Jujur saya kaget begitu melihat ada dua orang Bupati, Kapolres Muna, Dandim, Pengadilan Negeri dan pejabat forkopimda lainnya hadir semua di pelabuhan hanya untuk menyambut saya. Ini berarti Kejari Muna berhasil membangun kemitraan yang baik dengan lembaga lain,” puji Sarjono Turin kepada Kejari Muna.

Kepala Kejati Sultra Sarjono Turin (dua dari kiri) disambut Bupati Muna LM Rusman Emba (kiri), Bupati Muna Barat Achmad Lamani (dua dari kanan) dan Kepala Kejari Muna Agustinus Baka Tangdililing (kanan) saat kunjungan kerja di Muna, Kamis (11/11) kemarin. (Alfin/Kendari Pos)

Orang nomor satu di Korps Adhyaksa Sultra itu mengaku, kunjungan kerjanya di Muna selain menyupervisi Kejari Muna, juga untuk meningkatkan sinergisitas bersama Pemkab Muna dan Muna Barat. Sebab menurutnya, Kejaksaan memiliki dua fungsi yakni sebagai penegak hukum dan bagian dari Forkopimda. Fungsi forkopimda ini harus dimanfaatkan untuk membantu pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di daerah.

Menurutnya, jaksa bisa memberikan pendampingan hukum bagi kepala daerah dalam menjalankan kebijakannya agar tidak melanggar regulasi. Di samping itu, jaksa juga bisa terlibat dalam penyelamatan aset daerah bila diperlukan. Menurutnya, fungsi ini sebenarnya menjadi ruang bagi jaksa dalam membantu daerah ataupun kesempatan bagi kepala daerah untuk meminta pendampingan. “Makanya perlu ada sinergi antar lembaga. Tetapi bagi saya, setelah melihat suasana di Muna sepertinya Kejari sudah membangun sinergisitas yang baik,” ujarnya.

Secara khusus, dirinya mengapresiasi kinerja aparat jaksa Kejari Muna yang dianggapnya di atas rata-rata. Sejauh ini, sesuai laporan yang diterimanya, Kajari Muna menangani tiga perkara tahap penyelidikan, dua perkara tahap penyidikan dan satu perkara yang sudah inkrah (berkekuatan hukum tetap). Selain itu, Kejari Muna berhasil menyelamatkan duit negara sekira Rp500 juta dari potensi kerugian negara. “Bagi saya, kinerja ini sangat baik. Kalau boleh dikatakan di atas rata-rata,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Muna LM. Rusman Emba mengaku sudah lama menantikan kedatangan Kajati Sarjono Turin di otoritanya. Kata Bupati Rusman, dalam literatur sejarah Muna memiliki keberkahan sehingga setiap doa yang dipanjatkan dari daerah itu bisa dikabulkan. “Makanya saya doakan agar Kajati diberi karier yang moncer, kesehatan dan rezeki yang melimpah,” ujar Bupati Rusman.

Bupati Muna dua periode itu menyebut, sinergisitas Kejari dan Pemkab Muna sudah terjalin baik. Dalam penanggulangan pandemi Covid-19, Kejari Muna memberi kontribusi luar biasa. Pemkab Muna selalu mendapat pendampingan hukum ketika akan mengambil kebijakan strategis. Rusman mengatakan, sinergisitas bersama Kejari sangat penting, apalagi saat ini Pemkab akan mengelola dana pinjaman dari program pemulihan ekonomi nasional. “Makanya momentum kunjungan Kajati ini, saya mohon agar kami diberi pencerahan dan bimbingan,” urainya.

Senada, Bupati Muna Barat, Achmad Lamani mengungkapkan jika pendampingan hukum bagi Pemkab saat ini menjadi kebutuhan wajib. Menurutnya, ada dua hal mengapa pendampingan itu penting. Pertama, kondisi masyarakat yang dinamis dan perubahan regulasi kadang tidak diikuti dengan perubahan sikap birokrasi. Makanya, salah memaknai regulasi maka akan menimbulkan tindakan melawan hukum ataupun memunculkan instabilitas daerah. “Sehingga dalam hal ini, kemitraan dengan Kejaksaan menjadi wajib dan penting dalam rangka memastikan pelaksanaan pemerintahan yang tertib,” ujar Bupati Achmad Lamani.

Kunjungan Kajati itu juga sekaligus untuk meresmikan gedung penyimpanan barang bukti dan musala Al Adli di komplek Kejari Muna. Fasilitas tambahan itu diharapkan bisa menunjang kinerja Kejari Muna agar lebih optimal. (ode/b)

Pendampingan Hukum Menjadi Kebutuhan Wajib

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.