Hartono

KENDARIPOS.CO.ID– Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kolaka terus berupaya melakukan mediasi antara manajemen PT 722 Internasional dengan keluarga Syahrul Siregar, pekerja yang tewas tertimbun di lokasi penambangan. Namun, upaya tersebut belum menunjukkan titik terang. Keluarga korban pun merasa ditipu oleh pihak PT 722. Sebab hingga saat ini, janji perusahaan tersebut kepada istri korban belum ditepati.

Kepala Bidang Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Kolaka, Hartono, membenarkan jika proses mediasi tersebut belum menemui titik temu. Alasannya, pihaknya kesulitan untuk menemui dan menghubungi pihak PT 722. “Perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi di Kolaka. Kami juga berusaha menghubungi lewat telepon, tapi tidak pernah aktif,” ungkapnya, Kamis (4/11).

Istri korban, Ramlah juga membenarkan, hingga saat ini pihak PT 722 belum menepati janjinya. Ia mengaku kesal terhadap perusahaan tersebut. Padahal, sesaat suaminya meninggal akibat kecelakaan kerja pada Februari lalu, pihak PT 722 berjanji akan membantu pembayaran cicilan motor korban hingga lunas. “Mereka mau membantu pelunasan motor hingga lunas.

Tapi kenyataan hingga saat ini belum ada sama sekali bantuan yang saya terima untuk pembayaran tersebut. Motor ini cicilannya sudah empat bulan menunggak dan jika dalam waktu dekat tidak dibayar, maka akan ditarik,” keluhnya.
Ramlah juga menyebutkan bahwa PT 722 saat itu berjanji akan membantu perekenomian keluarganya. “Katanya mereka juga akan membantu saya agar dapat menghidupi empat anakku.

Mereka bilang saat itu akan memodali saya untuk usaha dagang. Tapi semua janji itu tidak ada satupun yang ditepati,” kesalnya. Merasa ditipu oleh pihak PT 722, Ramlah mengancam akan menempuh jalur hukum. “Kalau janji itu tidak ditepati, saya akan laporkan persoalan ini ke Polda Sultra,” ancam Ramlah.

Sementara itu, Direktur PT 722 Internasional, Andi Abdul Karim, yang coba dikonfirmasi terkait keluhan keluarga korban tersebut juga tak bisa dihubungi. Nomor handphonenya tidak aktif.

Untuk diketahui, Disnakertrans Kolaka sudah menerima keluhan keluarga Syahrul Siregar bahwa PT 722 tidak menepati janjinya kepada keluarga korban. Padahal, sesaat setelah kejadian, PT 722 berjanji akan bertanggungjawab kepada keluarga korban atas musibah yang menyebabkan korban meninggal dunia. (c/fad)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.