Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID– Poligami memang dibolehkan. Namun jika tak mampu bersikap adil dan mengakurkan pasangannya, jangan sekali-kali berpoligami. Sebab bukan lagi keridaan, namun justru bisa memicu permasalahan. Kasus dugaan tindak penganiayaan terhadap SH (39) menjadi contoh. Sekujur tubuh wanita asal Konawe Selatan (Konsel) ini mengalami luka setelah dianiaya HT yang tak lain adalah istri tua suaminya yang berinisial HW.

Kronologis berawal saat SH yang notabene istri keempat menemui suaminya, HW di Kendari. Ia hendak membawa anaknya bertemu ayahnya. Kebetulan sang suami tinggal di rumah istri ketiga, HT. Namun belum sempat masuk rumah, HT sudah menghadang di depan pintu. “Waktu saya ketuk pintu, HT yang membuka pintu. Melihat saya, HT langsung marah lalu menyerang dengan mencakar dan menarik rambut saya hingga jatuh. Saya lalu diseret ke dalam rumah,” kata SH kemarin.

Di dalam rumah, korban dibawa menuju ke dapur. Korban sempat membuka pintu untuk meminta pertolongan kepada tetangga suaminya. Sejumlah tetangga sempat menengahi, tapi sang istri ketiga ini kembali memukul kepala istri ke empat menggunakan helm. Tidak hanya itu, pelaku juga menggigit dan mendorong korban. “Posisi anak saya yang masih dalam gendongan ikut terbentur tembok sampai kepalanya berdarah. Suami saya melerai namu pelaku terus memberontak. Saat saya melepas gendongan dan menyerahkan anaknya ke suami, pelaku mendorong hingga anaknya terjatuh. Untungnya, anak saya diselamatkan warga. Saya pun pingsan setelah dipukul menggunakan helm,” terangnya.

Saat sadar, korban sudah didalam rumah setelah ditolong suami dan warga. Akibat penganiayaan, korban mengalami luka gores, bengkak di kepala dan sakit di bahu. Sementara anak korban mengalami luka dan lebam di bagian kepala.
Kasi Humas Polres Kendari, IPTU Abdul Maing membenarkan kasus itu. Aduannya tertuang dalam LP nomor 949/X/2021. Sejauh ini, laporannya telah ditindaklanjuti. Hanya saja, pelakunya belum ditangkap. “Kami sudah tindaklanjuti. Anggota kami pun telah datang ke rumah HT namun tidak ada orang,” beber Abdul Maing kemarin. (c/ali)

Tinggalkan Balasan