Agus Setiawan/Kendari Pos
Tampak salah satu warga metro saat mengisi BBM pada salah satu SPBU di Kendari. Tingginya permintaan masyarakat menghatuskan pemerintah masih mengimpor BBM.

KENDARIPOS.CO.ID– Memiliki sumber daya alam seperti minyak dan gas (migas) yang melimpah rupanya bukan jaminan ketersediaannya mencukupi. Buktinya, pemerintah masih mengimpor Bahan Bakar Mineral (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di Sultra, impor BBM bahkan menembus angka USD 186,46 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik Perwakilan Sultra, Agnes Widiastuti mengatakan, impor BBM mengalami peningkatan cukup seginifikan dari USD 41,67 juta pada Agustus 2021 menjadi USD 186,46 juta pada September atau meningkat sebesar USD 144,79 juta (347,50 persen).

Menurut Agnes, kenaikan nilai impor dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat terhadap BBM. Terutama pemnfaatan BBM pada sektor pertambangan. “Impor BBM kita meningkat,” ujarnya, kemarin.

Tingginya permintaan BBM oleh masyarakat menjadikan golongan barang tersebut sebagai salah satu komoditi yang turut andil dalam peningkatan nilai impor daerah secara keseluruhan. Kontirbusinya (BBM) bahkan mencapai 48,62 persen.

Selain BBM, golongan barang lain yang turut andil terhadap peningkatan impor Sultra adalah komoditas besi dan baja sebesar USD 149,26 juta (38,92 persen), mesin dan peralatan mekanis USD 13,64 juta (3,56 persen), garam, belerang, kapur USD 8,70 juta (2,27 persen), berbagai produk kimia USD 7,49 juta (1,95 persen), serta golongan barang lainnya USD 17,95 juta (4,68 juta).

“Secara keseluruhan total impor kita pada periode September 2021 mencapai USD 383 juta atau meningkat sebesar USD 273,59 juta (248,91 persen) jika dibandingkan periode sebelumnya (Agustus 2021) hanya USD 109,91 juta. (ags/b)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.