-Cakalang dan Cumi-cumi Dominasi Komoditas Ekspor


KENDARIPOS.CO.ID — Wabah corona yang melanda Sultra turut mempengaruhi hasil tangkapan nelayan. Dalam dua tahun terakhir, hasil tangkapan nelayan anjlok. Penurunan ini berimbas pada jenis tangkapan nelayan terutama ikan yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Namun demikian, kebutuhan ikan di Sultra masih terpenuhi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sultra, La Ode Kardini mengatakan tangkapan para nelayan rata-rata tidak begitu banyak ragam ikannya. Selain pandemi, cuaca yang tidak menentu juga ikut mempengaruhi. Makanya, nelayan kurang mendapatkan ikan dengan kualitas terbaik seperti ikan tuna, kakap dan kerapu.

“Ada waktu tertentu untuk mendapatkan hasil yang banyak dan berkualitas. Makanya, nelayan harus membaca pergerakan ikan agar tangkapannya lebih banyak dan beragam,” kata Laode Kardini, Senin (1/11).

Nelayan menangkap ikan menggunakan jaring di Teluk Kendari. Sejak cuaca kurang bersahabat, para nelayan enggan melaut. Mereka terpaksa mencari ikan di wilayah pesisir yang tidak jauh dari daratan. DOKUMEN KENDARI POS

Selama pandemi, hasil tangkap menurun. Namun secara umum, kebutuhan ikan sangat tercukupi. Jenis ikan yang paling banyak ditangkap yakni tuna, tongkol, cakalang dan layang terutama. “Kita harus pastikan kebutuhan terpenuhi bahkan bisa lebih. Jika banyak maka akan mempengaruhi harga ikan di pasaran,” ujarnya.

Data Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kendari mencatat, hasil ekspor perikanan Sultra selama 2020 mencapai 89,24 ton. Negara tujuan ekspor paling banyak ke negara Thailand. Sedangkan jenis hasil laut yang dominasi yakni cakalang, cumi-cumi dan kerang dara.

Rinciannya, ikan cakalang sebanyak 54 ton dengan nilai Rp 1,12 miliar. Cumi-cumi sebanyak 19,24 ton seharga Rp 1,26 miliar dan kerang dara sebanyak 16 ton dengan nilai Rp 423 juta. “Total semua komoditas perikanan yang di ekspor ke Thailand selama 2020 sebanyak 89,24 ton, dengan total nilai kurang lebih Rp 2,8 miliar,” kata Amdali Adhiatma, Kepala BKIPM Kendari.

Pada tahun 2021, kinerja ekspor tumbuh atau naik 2-3 digit. Selain itu, Sultra juga mengekspor hasil perikanan hidup seperti ikan hias, udang, kepiting melalui Bandara Haluoleo Kendari. “Saat ini, sudah tersedia fasilitas ekspor. Bisa melalui pelabuhan Kendari New Port dan bandara Haluoleo Kendari,” tandasnya. (b/ilw/ali)