Muhammad Syahbirin

-Titik Rawan Banjir Berkurang

KENDARIPOS.CO.ID– Memasuki musim penghujanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mulai menyiagakan personilnya termasuk peralatan. Apalagi di sejumlah daerah di Indonesia yang telah memasuki musim hujan telah dilanda musibah banjir. Sejumlah titik yang menjadi area langganan banjir terus dipantau.

“Kami sudah siap siaga. Jika sewaktu-waktu, air di sejumlah kali meningkat kita bisa langsung turun ke lokasi. Apalagi pak Wali Kota telah mengingatkan dan menginstruksikan jajaran BPBD untuk stand by. Apalagi di sejumlah daerah mulai dilanda banjir,” kata Muhammad Syahbirin, Sekretaris BPBD Kota Kendari kemarin.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah daerah rawan banjir atau genangan air terus berkurang. Pada tahun 2020, sekitar 458,43 hektar rawan genangan mampu diatasi. Meski berkurang, namun bukan berarti BPBD berleha-leha namun justru lebih waspada. Pasalnya, musibah kerap datang secara tiba-tiba. “Tiga tahun terakhir, lokasi dan musibah banjir maupun genangan air jauh menurun. Salah satunya melalui proyek pembangunan tanggul di bantaran kali dan tebing yang dikerjakan BPBD termasuk instansi lain,” ujarnya.

Sejauh ini, lokasi rawan banjir di Kota Kendari yakni kawasan bantaran Kali Wanggu, Lepo-lepo dan Mandonga. Untuk luapan Kali Wanggu kini mulai berkurang. Selain karena bantaran kali sudah ditanggul, pemerintah telah mengfungsikan kolam retensi di jalan Boulevard. “Alhamdulillah, titik-titik yang menjadi langganan banjir itu sudah tidak terjadi separah yang sebelumnya.

Terlihat dari durasi tergenangnya rumah warga itu sudah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Semua itu akibat adanya pembangunan kolam retensi”, tagasnya. (b/mg4)

Tinggalkan Balasan