Isnain Kimi

KENDARIPOS.CO.ID–Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat rentan gulung tikar. Apalagi di tengah pandemi covid-19. Salah satu penyebabnya lantaran kekurangan modal usaha. Atas dasar itulah, Pemprov Sultra melalui Dinas Koperasi dan UMKM intens melakukan pelatihan dan pendampingan termasuk memfasilitasi pelaku usaha mendapatkan bantuan.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, Isnain Kimi mengatakan berupaya mendorong kemandirian pelaku UMKM. Tidak hanya berupa stimulus dan bantuan, namun juga kompetensi mereka dalam mengatur laporan keuangannya. Dengan begitu, para pelaku UMKM siap bersaing. “Kami rutin melakukan pelatihan-pelatihan terutama cara mengatur atau merencanakan usaha, membuat laporan keuangan dan penguatan modal. Selain itu, kami juga berusaha memfasilitasi akses bantuan termasuk dengan pihak perbankan untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR),” kata Isnain Kimi kemarin.

Program pendampingan KUR kata dia, telah berjalan selama empat bulan. Sejauh ini, progresnya cukup memuaskan. Usaha mereka mulai berkembang. Yang paling utama, permodalannya semakin kuat. “Pada dasarnya, kami siap memfasilitasi penguatan modal. Beberapa perbankan telah memberikan respon positif,” ujarnya.

Sementara itu, Pendamping KUR, Arwah mengaku siap membantu memfasilitasi pelaku UMKM dan Koperasi dengan pihak perbankan. Untuk besaran dana pinjamannya bervariasi mulai Rp 10 juta hingga Rp 500 juta. “Dana yang disiapkan cukup besar. Dengan bantuan permodalan ini, mesti menjadi penopang semangat UMKM agar lebih giat dan kreatif dalam berwirausaha,” pesannya. (d/ali)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.