Agnes Widiastuti

–PDRB Triwulan III-2021 Rp35,46 Triliun

KENDARIPOS.CO.ID– Angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada triwulan III 2021 menggembirakan. Indikator strategis pertumbuhan ekonomi Sultra III tahun 2021 diungkap Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sultra.

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti mengurai, pertumbuhan ekonomi Sultra triwulan III tahun 2021, dapat dilihat dari beberapa indikator. Pertama, berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2021 yang mencapai Rp35,46 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp24,68 triliun.

Kedua, ekonomi Sultra triwulan III-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 4,35 persen (q-to-q). “Dari sisi produksi, lapangan usaha konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 23,03 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,16 persen,” ujar Agnes Widiastuti, Jumat (5/11) kemarin.

Indikator ketiga, ekonomi Sultra triwulan III-2021 terhadap triwulan III-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,97 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,06 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa, pertumbuhan tertingginya sekira 62,76 persen.

“Keempat, ekonomi Sultra sampai dengan triwulan III-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 2,78 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 8,08 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 87,70 persen,” urai Agnes Widiastuti.

Sementara dari sisi produksi, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi paling dominan terhadap PDRB Sultra sebesar 22,53 persen. “Sedangkan dari sisi pengeluaran, kontribusi paling dominan terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 50,37 persen,” rinci Agnes Widiastuti.

Adapun untuk keadaan ketenagakerjaan Sultra per Agustus 2021 meningkat dari tahun sebelumnya. Hal itu dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,92 persen.
Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 1.381,20 ribu orang. Naik 30,11 persen dibanding Agustus 2020. “Ini juga sejalan dengan peningkatan jumlah angkatan kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat sebesar 0,26 persen poin,” urainya.

Agnes Widiastuti menjelaskan, TPT pada Agustus 2021 sebesar 3,92 persen, turun 0,66 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020 atau turun 0,30 persen poin terhadap Februari 2021.
“Penduduk yang bekerja sebanyak 1.327,07 orang, meningkat sebanyak 3,83 orang dari Februari 2021 atau turun 37,84 ribu orang dari Agustus 2020,” rincinya.

Dari sisi lapangan pekerjaan yang persentase terbesarnya meningkat dari Februari 2021 adalah sektor perdagangan besar dan eceran (1,94 persen poin). “Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (2,57 persen poin),” rinci Agnes Widiastuti.

Selanjutnya kata Agnes, sebanyak 833.541 orang atau sekira 62,81 persen bekerja pada kegiatan informal. Hal ini turun 1,78 persen poin dibanding Agustus 2020 atau naik 0,56 persen poin dibanding Februari 2021.

Adapun persentase setengah penganggur naik sebesar 2,26 persen poin, dan persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,73 persen poin dibandingkan Februari 2021. Terdapat 139,92 ribu orang (7,09 persen penduduk usia kerja) yang terdampak Covid-19. “Itu terdiri dari pengangguran karena Covid-19, 9,32 ribu orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 sekira 4,14 ribu orang. Sementara tidak bekerja karena Covid-19 sekira 11,58 orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 berjumlah 114,88 orang,” urai Agnes Widiastuti. (kam/b)