WA ODE AMALA AHZA/KENDARI POS
TATA DRAINASE : Salah satu titik yang menjadi langganan genangan air saat intensitas hujan di Kota Baubau, cukup tinggi. DPRD meminta pihak instansi teknis melakukan penataan drainase untuk mencegah terjadinya banjir.

KENDARIPOS.CO.ID– Dalam sepekan terakhir ini, setiap hari Kota Baubau dilanda hujan hingga berjam-jam. Akibatnya sejumlah ruas jalan tergenang air dan menyebabkan kemacetan jalan. Jalan Poros Betoambari dan Bukit Wolio Indah adalah lokasi paling berdampak akibat kondisi cuaca itu. Kedua titik tersebutsudah menjadi langganan genangan air setiap debit hujan meninggi. Hal tersebut diakui Ketua DPRD Kota Baubau, H. Zahari.

Menurutnya, persoalan banjir telah menghantui warga setiap kali musim penghujan datang. Karena itu, perlu program penanganan terintegrasi lintas sektor. Khusus di DPRD, pihaknya akan memberikan dukungan anggaran dalam menuntaskan masalah banjir itu. “Penanganan banjir ini prioritas. Kami sudah sampaikan juga ke pihak Dinas PU supaya ada perhatian khusus. Apalagi pada titik-titik tertentu yang sudah menjadi langganan genangan air, sejauh ini masalahnya ada di drainase,” kata Zahari, Selasa (16/11).

Di Betoambari misalnya, membutuhkan anggaran besar untuk meningkatkan kapasitas jalan guna membendung banjir itu. “Kita tidak bisa mengandalkan dana pemeliharaan dan itu sangat kecil. Perlu ada tambahan anggaran khusus,” gagasnya.

Menurut Ketua DPRD Kota Baubau itu, sudah ada solusi dengan adanya desain penanganan banjir dari PU, yakni pembuatan drainase besar dari Betoambari menuju Bonebone hingga ke laut.
“Kalau mau naikan jalan, walaupun jaraknya pendek itu butuh Rp 10 miliar. Tapi kalau drainase, bisa lebih sedikit dan bentangannya lebih jauh. Kami sangat mendukung itu demi terjawabnya harapan masyarakat,” tambah pria yang karib disapa Haji Boby ini.

Selain itu, dewan juga sangat mendukung jika Pemkot Baubau melalui Dinas PU bisa melobi anggaran melalui dana alokasi khusus dari Pemerintah Pusat. “Kita juga tahu sekarang, bukan hanya daerah kita, di musim pandemi ini anggarannya terbatas. Tapi bisa dicoba juga diajukan ke pusat,” tutupnya. (c/mel)

Tinggalkan Balasan