Syaifullah Halik

KENDARIPOS.CO.ID– Pihak DPRD Kolaka menyesalkan sikap manajemen PT Akar Mas Internasional (AMI) dan PT 722 Internasional yang tidak menepati janji pada keluarga Syahrul Siregar. Karyawan PT 722 tersebut adalah korban yang tewas tertimbun di lokasi penambangan milik PT AMI pada Februari lalu.

Kedua perusahaan tersebut diminta untuk segera menepati komitmennya kepada keluarga korban.
“Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. Mestinya, perusahaan punya kepedulian terhadap semua karyawan, termasuk yang mengalami kecelakaan kerja. Oleh karena itu, kami berharap perusahaan dapat menepati janji yang telah disampaikan kepada keluarga korban,” kata Ketua DPRD Kolaka, Syaifullah Halik, Minggu (31/10).

Legislator Partai Gerindra tersebut mengatakan, mestinya, persoalan yang dikeluhkan keluarga korban itu sudah lama dituntaskan pihak PT 722. Sebab, kejadian itu sudah berlangsung sangat lama.
“Kejadian itu sudah cukup lama, mestinya tidak perlu menunggu waktu seperti ini. Kasihan keluarga korban yang hanya menunggu janji tanpa ada realisasi,” sesalnya.

Atas kejadian tersebut, selain PT 722, Syaifullah juga meminta manajemen PT AMI untuk bertanggung jawab. “PT AMI juga harus punya tanggung jawab. Meskipun korban tersebut bekerja di PT.722, tapi perusahaan tersebut saat itu juga adalah mitranya,” ujar Syaifullah Halik.

Untuk diketahui, pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kolaka sudah menerima keluhan dari keluarga Syahrul Siregar jika PT 722 tak menepati janji kepada keluarga korban. Padahal, sesaat setelah kejadian, PT 722 berkomitmen akan bertanggungjawab kepada keluarga atas musibah yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Salah satu janji PT 722 kepada keluarga korban saat itu adalah membantu pembayaran kredit motor korban hingga lunas. Namun, janji tersebut tidak ditepati oleh PT 722. Pihak Disnakertrans Kolaka kesulitan menemui pihak PT 722 karena perusahaan tersebut sudah tak beroperasi lagi di Bumi Mekongga. (c/fad)