La Ali Wangi

KENDARIPOS.CO.ID– Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sejumlah program beasiswa bagi peserta didik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan mahasiswa, intensi disalurkan. Meski demikian, program bantuan Pendidikan Bersinar itu ditengarai tidak disalurkan secara transparan. Kepala Dikbud Wakatobi, La Ali Wangi, menepis anggapan tersebut.

Ia menegaskan, data beasiswa yang selama ini disalurkan pada ribuan pelajar dan mahasiswa, sudah transparan. Pihaknya mengklaim tidak ada data peneriman yang ditutup-tutupi.
“Ada yang datang ke sini dan menyebut program beasiswa bersinar tidak transparan. Data beasiswa itu ada koordinatornya. Setiap pihak yang datang untuk menanyakan maupun mengetahui data itu, selalu diperlihatkan. Jadi kalau ada pihak yang mengatakan kami tidak transaparan, itu sangat mengada-ada,” jawab La Ali Wangi, Selasa (16/11).

Apalagi program tersebut telah disosialisasikan kepada masyarakat dan ada tim khusus yang menanganinya. Sehingga tidak ada alasan bagi pihaknya untuk tidak terbuka dengan data beasiswa.

Program Pendidikan Bersinar yang dilaunching pada 2016 lalu dan terealisasi tahun 2017. Pada realisasi perdananya, Dikbud Wakatobi harus mengembalikan anggaran kurang lebih Rp 700 juta ke kas negara. Pasalnya dana yang disiapkan saat itu mencapai Rp 2,5 miliar. Saat itu, pihak Dikbud mengaku, kurang melakukan sosialisasi.

Sehingga pada tahun 2018 hingga 2021, Tim Program Verifikasi Berkas Program Pendidikan Bersinar memaksimalkan kegiatan sosialisasi di masyarakat. Sejak saat itu peserta yang mendaftar untuk mendapatkan beasiswa, membludak. Bahkan pada tahun 2020 lalu anggarannya harus ditambah sekitar Rp 1 miliar untuk mengakomodasi peserta yang dinyatakan lolos berkas. (c/thy)

Tinggalkan Balasan