Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID–Bencana angin puting beliung baru saja menerjang Desa Puusangi, Kecamatan Puriala di Konawe. Setidaknya tiga rumah warga menjadi korban amukan angin kencang tersebut. Satu bangunan diantaranya bahkan ambruk dan nyaris rata dengan tanah. Sehari pasca kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe menurunkan bantuan bagi warga Puusangi yang rumahnya diterjang angin puting beliung sejak Rabu (24/11) lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Konawe, Herianto Pagala, melalui Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan, Samsul, mengatakan, dua rumah warga yang rusak diterjang puting beliung di Puusangi merupakan bangunan berkonstruksi papan. Satunya lagi permanen, namun atapnya terbawa tiupan angin kencang. Total ada 15 jiwa dari tiga kepala keluarga (KK) menjadi korban bencana alam tersebut.

“Kita sudah salurkan bantuan dari BPBD untuk para korban. Ada juga penyerahan bantuan dari Kapolres Konawe. Bantuannya banyak macam, seperti beras, mie instan, telur dan lainnya. Termasuk pakaian, makanan bayi dan terpal,” ujar Samsul, kemarin.

Ia menuturkan, amukan puting beliung tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, seorang warga setempat bernama Dahlia mengalami luka di bagian paha akibat tertimpa tiang rumah. Kerugian materiil bencana alam yang menerjang tiga unit rumah warga tersebut ditaksir mencapai Rp 70 juta.

Samsul menyebut, rumah warga Puusangi yang mengalami kerusakan itu segera diperbaiki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Konawe. “Kita mengimbau warga Puusangi dan masyarakat di kecamatan lainnya agar tetap waspada kemungkinan bencana puting beliung. Beberapa hari belakangan ini cuaca ekstrem terjadi di Konawe. Angin kencang kerap muncul secara tiba-tiba, khususnya disore hari,” tandasnya. (c/adi)

Tinggalkan Balasan