KUSDIN/KENDARI POS
BENAHI KEMBALI : Kondisi jalan yang berlumpur usai pengerjaan perkerasan di Kelurahan Lalolae, Koltim. Hasil kerja rekanan tersebut disorot warga.

KENDARIPOS.CO.ID– Proyek pengerjaan perkerasan jalan di Kelurahan Lalolae, Kecamatan Lalolae, Kolaka Timur (Koltim), disorot. Pekerjaan yang belum cukup sebulan dituntaskan itu sudah dalam kondisi berlumpur dan tak layak dilintasi kendaraan. Padahal kegiatan fisik yang dianggarkan melalui dana alokasi umum (DAU) APBD Koltim tahun 2021 itu sudah menghabiskan Rp 199,7 juta dan dikerja sejak tanggal 1 Juli hingga 28 Oktober 2021.

Tokoh Masyarakat Lalolae, Beddu, mengeluhkan kondisi jalan pada beberapa titik yang mulai memprihatinkan saat musim hujan. “Masih ada beberapa meter yang berlumpur ketika musim penghujan. Kami menyayangkan pekerjaan yang dilakukan pihak ketiga ini dan enggan memperbaiki jalan rusak. Kami sarankan pihak kontraktor membuat duiker untuk mencegah potensi genangan air pada beberapa titik,” usul Beddu, Senin (15/11).

Mewakili warga Lalolae, ia sebenarnya sangat bersyukur jalan tersebut sudah mulai dibenahi. Namun, pihaknya berharap, pekerjaan dapat dilakukan dengan baik. Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Koltim, Jun Rachmat, yang dikonfirmasi, meminta rekanan yang belum tuntas mengerjakan proyeknya akan diberi teguran. Jika terjadi kerusakan, maka akan digunakan dana pemeliharaan proyek tersebut untuk penataannya.

“Masih kita akan lihat lagi di lapangan seperti apa kondisinya. Kalau perbaikan tidak ada masalah, apalagi masih ada dana pemeliharaannya. Apalagi saat pekerjaan, cuaca kurang memungkinkan sehingga perlu cara kerja yang profesional,” kata Jun Rachmat. (c/kus)

Tinggalkan Balasan