Pasar Mokoau yang dibangun warga tapi ditolak Pemkot dan DPRD Kendari karena tidak sesuai regulasi yangtersedia. Bangunan itu akan ditertibkan oleh pemerintah

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari akan menata ulang pasar yang tak representatif. Lapak pedagang yang dibangun secara ilegal akan ditertibkan, dan mendirikan pasar penyangga. Langkah itu ditempuh lantaran Pasar Andonohu telah over kapasitas. Terlebih, di Kelurahan Mokoau, warga membangun pasar tanpa izin pemerintah.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pemerintah akan membangun pasar penyangga. Langkah itu untuk memback up Pasar Anduonohu yang over kapasitas. Pasar tersebut juga sekaligus menjadi sarana yang baik bagi para calon pedagang yang tengah membangun lods di Pasar Mokoau yang tidak berizin. “Sebaiknya kita semua (pedagang) patuh. Karena kalau kita mau jalan (berdagang/bangun pasar) dengan suka-suka kita, maka daerah ini akan tidak teratur dan tertata. Nanti kami siapkan kawasan lain (Pasar Penyangga) yang memang itu sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Saat ini, pihaknya masih mencari lokasi yang tepat untuk membangun Pasar Penyangga. Yang jelasnya, kapasitas pasar bisa menampung pedagang dari dua pasar tersebut.

Terpisah, Direktur PD Pasar Kota Kendari, Asnar menambahkan, pedagang tidak diperbolehkan menjual di tepi jalan raya. Selain karena membahayakan pedagang, juga membahayakan pembeli dan pengendara yang melintas.
“Berdasarkan informasi yang kami himpun di lapangan. Tercatat sebanyak 200 pedagang yang beraktivitas di Jalan Raya mulai dari Jalan Kedondong (belakang Pasar Anduonohu) sampai di Jalan Kancil. Jadi mereka sudah selayaknya kita relokasi. Tapi khusus yang jualan dipinggir jalan, kalau pedagang dalam pasar itu masih tetap,” kata Asnar.

Terkait pembangunan, Asnar mengaku sudah menjadi domain dan tanggung jawab Pemkot Kendari untuk menyediakan pasar yang represntatif. Kehadiran pasar penyangga sekaligus menyelesaikan polemik pembangunan Pasar Mokoau yang dibangun secara swadaya masyarakat dan tak berizin. “Kami hanya membantu pemerintah dalam mengelolanya. Tentu pembangunan pasar menyangga ini kami sangat mendukung. Selain bisa mengatasi permasalahan yang ditimbulkan, juga bisa menjadi sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) baru bagi Pemkot Kendari,” kata Asnar. (ags/b)

Tinggalkan Balasan