KENDARIPOS.CO.ID — Warga metro tengah kesulitan mengakses layanan air bersih. Pasalnya, suplai dari PDAM tidak lancar lantaran sering mengalami kendala pada produksi dan distribusinya. Pipa sering patah dan kondisi mesin yang mudah rusak menjadi alasan. Kondisi tersebut diperparah dengan belum terwujudnya pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) PDAM di Dasa Tabanggele.

Atas dasar itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir bernisiatif membangun waduk di kawasan Sungai Wanggu, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga. Waduk yang akan dibangun berukuran cukup luas sekira 52 hektar. Waduk nantinya akan berfungsi ganda yakni selain untuk menampung air luapan sungai wanggu, juga menjadi sumber air baku PDAM untuk warga. “Mudah-mudahan ini bisa jadi alternatif sumber air bagi kita,” ujarnya, kemarin.

Waduk tersebut diperkirakan bisa menampung 1,5 juta – 2,5 juta meter kubik air luapan sungai wanggu. Di sisi lain mampu menyediakan kebutuhan air bersih untuk warga Kota Kendari hingga 20 liter per detik. “Memang jumlahnya tidak terlalu besar, tapi ini upaya kita untuk masyarakat agar terpenuhi kebutuhan air bersihnya,” kata Sulkarnain

Pemkot Kendari membangun waduk di kawasan Sungai Wanggu, Kelurahan Baruga. Selain pengendali banjir, waduk ini juga akan menjadi sumber air baku PDAM. Kolam retensi di jalan Boulevard Kendari tidak hanya berfungsi sebagai waduk pengendali banjir, tapi menjadi pilihan alternatif bagi warga metro yang ingin bersantai. MUHAMMAD ABDI ASMAUL AMRIN/KENDARI POS

“Karena kalau kita mau tunggu izin dari Konawe untuk bangun SPAM di Desa Tabanggele sampai kapan. Saya sudah satu tahun minta izin, belum dapat izin. Mudah-mudahan Pemda Konawe mengizinkan. Karena begitu diizinkan kita langsung mulai pembangunannya,” pungkasnya.

Sekedar informasi, pembangunan waduk pengendali banjir masih dalam tahap pembebasan lahan. Rencananya, Pemkot Kendari bekerjasama dengan Kementerian PUPR bakal memulai pembangunan waduk pada tahun depan. (c/ags)

Tinggalkan Balasan