KENDARIPOS.CO.ID– Upaya vaksinasi di Kabupaten Bombana terus digenjot meski zero kasus Covid-19 guna mempercepat terbentuknya herd imunity. Ragam strategi ditempuh agar mempercepat capaian vaksinasi Covid-19 hingga 70 persen di akhir Desember. Daerah otorita H. Tafdil itu akan menunda pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum melakukan vaksin.

ARAHAN: Sekab Bombana Man Arfah saat memberikan arahan kepada seluruh Kepala OPD tentang percepatan vaksinasi. MASLINDAH/KENDARI POS

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekab) Bombana, Man Arfah, kemarin. Ia mengatakan ASN dan honorer di lingkup Pemkab Bombana diwajibkan untuk melaksanakan vaksin. Sepanjang tidak ada alasan terkait medis yang menyatakan tidak boleh divaksin. “Apabila tidak divaksin maka ASN ditunda TPP-nya,” ujarnya.

Lanjut dia, setiap ASN yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 harus menyukseskan vaksinasi Covid-19 ini. Upaya ini tidak hanya merupakan tugas dari pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi semua elemen. Terlebih bagi ASN.

“Kalau ada ASN di lingkup Pemkab Bombana yang belum atau tidak mau divaksin, maka kita tunda TPP-nya, termasuk pemberian penghargaan atau kenaikan pangkat akan juga kita pertimbangkan. Sebab, pemberian pengahrgaan atau kenaikan pangkat dari ASN itu merupakan kebijakan dari pemerintah dan itu bisa kita jadikan salah satu cara untuk mengintervensi ASN yang tidak ingin divaksin,” terangnya.

Mantan Kadis PU Kabupaten Bombana ini, menegaskan, selain ASN, seluruh camat yang ada di Bombana bahkan telah diberikan peringatan oleh Bupati Bombana H. Tafdil untuk serius mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 di seluruh kecamatan yang ada di Bombana. Terlebih lagi, target capaian vaksinasi Bombana di akhir Desember harus mencapai angka 70 persen.

“Saya akan panggil, kalau memang tidak bisa bekerja maksimal kita ganti,” pungkasnya. (idh/b)

Tinggalkan Balasan