KENDARIPOS.CO.ID — Kekerasan pada perempuan dan anak menjadi salah satu kasus yang mudah ditemui di tengah masyarakat hingga kini. Terlebih di musim pandemi ini, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak disinyalir meningkat. Pemicu umumnya karena persoalan ekonomi.

Pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buton meluncurkan aplikasi khusus untuk memberikan pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat yang mengalami, melihat atau mencurigai adanya praktik kekerasan itu. Namanya, aplikasi sistim pencegahan kekerasan perempuan dan anak (Simpeda) yang sudah dilaunching beberapa waktu lalu.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buton meluncurkan aplikasi sistim pencegahan kekerasan (Simpeda) untuk memberikan pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat yang mengalami, melihat atau mencurigai adanya praktik kekerasan. DOK. ELYN IPO/KENDARI POS

Kepala Dinas PPPA Kabupaten Buton, Ilham Nabo, mengatakan, Simpeda merupakan salah satu program kegiatan strategis yang bertujuan memberikan informasi dan pemahaman tentang pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak dini. “Kita ingin memberikan ruang untuk memudahkan mereka mendapat informasi bagaimana mencegah aksi-aksi kekerasan itu, makanya hadir aplikasi Simpeda itu,” kata Ilham Nabo, Rabu (17/11).

Menurutnya, manusia pada dasarnya sejak lahir telah memiliki hak untuk hidup yang melekat sebagai wujud keberadaan yang perlu dihormati dan dilindungi oleh hukum dan negara. “Jadi setiap manusia itu harus bebas dari penyiksaan maupun tindak kekerasan,” lanjutnya. Aplikasi tersebut kata Ilham, bisa diunduh di playstore. Di sana, sudah tersedia berbagai pelayanan yang bisa diakses masyarakat. (c/lyn)

Tinggalkan Balasan