MASLINDAH ALI / KENDARI POS
Ketua TP PKK Bombana, Hj. Andi Nirwana Tafdil (kanan) didampingi Wakil Ketua TP PKK Bombana, Sumarni Johan (kiri) menyampaikan arahan kepada kader PKK dalam Bimtek.


-Bimtek Meningkatkan Kapasitas Kader PKK Bombana

kENDARIPOS.CO.ID– Hampir satu dekade Andi Nirwana menakhodai Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bombana. Tugas itu diemban selama dua periode kepemimpinan sang suami, Tafdil sebagai Bupati Bombana. Andi Nirwana tahu persis, PKK adalah mitra strategis pemerintah daerah (Pemda) dalam pembangunan.

Ketua TP PKK Bombana Andi Nirwana ingin kader PKK memaksimalkan peran dalam berkontribusi pada pembangunan daerah. Untuk itu, kapasitas seluruh pengurus PKK semua tingkatan terus ditingkatkan. Wadah bimbingan teknis (Bimtek) pun dipilih sebagai medium peningkatan kapasitas dan peran PKK, terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Sekira 56 kader PKK dari tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan dan desa dibekali pengetahuan dalam Bimtek.

“PKK ini adalah organisasi yang bersinergi dengan pemerintah daerah. Setiap saat kader PKK terus bergerak secara berkelanjutan sesuai tupoksinya di setiap Pokja. Nah, untuk menjawab tantangan itu, dibutuhkan kader yang tangguh dan berilmu. Melahirkan kader tangguh itu salah satunya melalui Bimtek ini,” ujar Andi Nirwana Tafdil Kendari Pos, Rabu (3/11) kemarin.

Ketua TP-PKK Bombana, Hj. Andi Nirwana Tafdil mengungkapkan, peranan kader PKK di era New normal ini merupakan suatu tantangan bagi seluruh kader. Namun, hal ini tidak boleh mengendurkan semangat para kader TP PKK untuk tetap bergerak mengimplementasikan peran sesuai tupoksinya, mengingat peranan dari Kader PKK sangat lah besar.

Hj. Andi Nirwana Tafdil menekankan kader PKK Bombana tetap bergerak memberikan energi positif bagi masyarakat dilingkunganya melalui 10 program kerja yang ada disetiap Pokja. Masing-masing Pokja didorong tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes).

“Kita harapkan seluruh kader sudah mulai lagi melaksanakan programnya. Seperti, pada Pokja I yang fokus pada program pembinaan mental spiritual, budi pekerti dan moral, serta gotong royong, Pokja II yang membidangi pendidikan dan keterampilan, serta pengembangan kehidupan berkoperasi, Pokja III yang membidangi pangan, sandang, papan dan tata laksana rumah tangga, serta Pokja IV yang membidangi kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat,” imbuh Hj.Andi Nirwana.

Ketua Dekranasda Bombana itu menambahkan selain menggali ilmu terkait peran kader PKK di era pandemi, seluruh kader juga diberikan pengetahuan mengaktualisasi diri dalam kerangka pengembangan kepribadian, baik itu, etiket dalam pergaulan, tata krama di depan umum, hingga etika makan atau table manner.

“Sebagai seorang kader PKK sekaligus seorang istri pejabat baik itu di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa sudah seharusnya memiliki etika disetiap langkahnya baik saat sedang mendampingi suami maupun mewakili organisasi yang diikuti. Baik itu, etika ketika makan, minum hingga cara duduk,” tutur Hj.Andi Nirwana Tafdil.

Sementara itu, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kemendagri, Hartini sekaligus sebagai salah satu pemateri dalam bimtek menyebutkan bahwa, pandemi Covid-19 berdampak luar biasa di setiap aspek kehidupan. Untuk itu, keberadaan PKK sebagai organisasi yang istimewa sangat memberikan pengaruh yang besar. Untuk itulah, seluruh kader harus ikut berperan aktif dalam melaksanakan program masing-masing khususnya di tengah pandemi Covid-19 ini.

“PKK ini merupakan organisasi yang sangat istimewa, sebab memiliki jaringan dari tingkat nasional hingga di desa bahkan RT. Untuk itu, sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat, PKK harus mengambil peran untuk bergerak sesuai dengan Pokja, sekaligus menyosialiasikan penerapan prokes,” jelasnya.

Selain itu, Hartini mengapresiasi atas inisiatif dari Ketua TP PKK Bombana Hj.Andi Nirwana Tafdil dan Wakil Ketua TP PKK Bombana, Sumarni Johan, sebab sangat getol memfasilitasi seluruh kadernya untuk mendapatkan pengetahuan sesuai di era kekinian. (idh/b)