MUH.ABDI ASMAUL AMRIN / KENDARI POS
Redaktur Pelaksana Kendari Pos Hasruddin Laumara (sembilan dari kiri), Redaktur Politik Kendari Pos Ramadhan (sembilan dari kanan), Ketua Jurusan Jurnalistik UHO Marsia Sumule G (tengah), dan mahasiswa Jurnalistik Fisip UHO foto bersama usai kunjungan di Graha Pena Kendari Pos, Kamis (11/11) malam.

-Mahasiswa Jurnalistik UHO Belajar di Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID– Banyak cara yang dapat ditempuh memperdalam ilmu yang dipelajari. Salah satunya melalui praktik lapangan seperti yang dilakukan 75 mahasiswa Jurusan Jurnalistik Universitas Halu Oleo (UHO). Puluhan mahasiswa itu berkunjung sekaligus belajar di Kendari Pos, Kamis (10/11) malam. Mereka menyaksikan langsung kerja-kerja di ruang redaksi Kendari Pos. Rombongan mahasiswa yang dipimpin Ketua Jurusan Jurnalistik UHO, Marsia Sumule G. S.Sos., M.I.Kom diterima Redaktur Kendari Pos, Ramadhan.

Marsia Sumule yang juga dosen Jurnalistik UHO berpandangan, media cetak atau koran tidak akan mati. Menjamurnya media online, tidak mereduksi eksistensi koran. Pasalnya, koran memiliki pangsa tersendiri. “Kendari Pos sebagai media pertama dan terbesar di Sultra, konsisten berinovasi. Apalagi saat ini dengan kekuatan konvergensi media, menjadikan geliat Kendari Pos kian kokoh sebagai media terkemuka di jazirah Sultra. Ibarat bakso, dari dulu sampai sekarang tidak pernah hilang di pasar kuliner. Yang ada yakni berinovasi dengan berbagai rasa dan varian yang disajikan kepada konsumen,” ujarnya, tadi malam.

Substansi kunjungan ke Kendari Pos agar mahasiswa mengetahui praktek kerja jurnalistik. Sehingga bisa pengalaman dan pengetahuan mereka. Poin esensialnya, dapat menguasai ilmu seputar jurnalistik secara mendalam dan menyeluruh. “Kunjungan ini menjadi kompilasi antara teori dan praktik,” kata Marsia.

Dalam memahami konsentrasi ilmu tertentu, kata dia, memerlukan penalaran mendalam dan menyeluruh. Tidak cukup hanya belajar teori, namun dipadukan praktik untuk memperkuat khazanah keilmuan. “Karenanya, kami berkunjung di Kendari Pos. Agar mahasiswa memahami secara komprehensif sistem kerja redaksi khususnya mulai dari meramu berita hingga pada tahap percetakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, paska mengikuti praktek lapangan ini, diharapkan kepada mahasiswa agar tidak berhenti pada aspek memahami sistem kerja pers, tetapi kedepan mesti mempraktekan langsung di lapangan. Sehingga ilmu yang dipelajari tidak mengendap dalam nalar semata, namun diaktualisasikan secara nyata. “Menjadi seorang jurnalis, tidak semata memahami teori, namun mengerti prospek kerja di lapangan yang dinamis,” urai Marsia.

Di tempat yang sama, Redaktur Kendari Pos Ramadhan menyampaikan, kerja jurnalistik sangat menantang. Reporter sebagai ujung tombak pencari berita, dituntut cerdas dan cerdik dalam meramu berita. Agar hasilnya berkualitas dan enak dibaca.

“Salah satu aktivitas rutin setiap pekan, redaksi Kendari Pos mengevaluasi reporter. Tujuannya untuk mengetahui kendala apa saja yang ditemui di lapangan, dan memberikan penyegaran pengetahuan reporter untuk penguatan karakter dan kecerdasan dalam bekerja,” kata Ramadhan.

Sementara itu, salah satu mahasiswa jurnalistik, Sri Julianti mengaku sangat terkesima dengan kerja-kerja redaksi Kendari Pos. Alasannya, banyak ilmu yang tidak diperoleh di meja kuliah, di dapatkan saat berkunjung ke Kendari Pos.

“Banyak ilmu yang saya dapatkan. Terutama penjelasan dari Redaktur Ramadhan dan Redaktur Pelaksana Hasruddin Laumara yang merangsang cakrawala berpikir. Khazanah keilmuan kami kian bertambah wawasan semakin luas,” kagum Sri Julianti. (ali/b)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.