Turun di Lima Cabor


KENDARIPOS.CO.ID — Untuk pertama kalinya, kontingen Sultra akan unjuk kemampuan di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) yang digelar di Papua. Pada ajang XVI, Sultra menurunkan 27 atletnya. Bertempat di Rumah Jabatan (Rujab), Gubernur Sultra, Ali Mazi melepas kontingen Sultra hanya akan dipimpin Hj Nur Endang Abbas.

“Kita berharap para atlet yang berlaga di Peparnas bisa tampil cemerlang dan membawa pulang medali sebanyak-banyaknya,” kata Ali Mazi, Senin (1/11).

Capaian prestasi di event olahraga nasional kata politisi Partai NasDem ini, akan meningkatkan prestise bagi daerah. Atas dasar itulah, pemerintah akan memperhatikan para atlet yang memperjuangkan nama daerah. Terutama pada aspek pembinaan atlet-atlet olahraga tanpa adanya diskriminasi.

Pemprov berencana akan menggelar Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) I di Kota Baubau tahun 2022 mendatang seusai pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Selama ini Peparnas memang beriringan dengan PON, dengan tuan rumah yang sama. Demikian juga di tingkat provinsi, setelah Porprov Sultra di Baubau digelar akan segera disusul dengan Peparprov I di kota yang sama.

Gubernur Sultra, Ali Mazi (kemeja putih) menyerahkan bendera kontingen Sultra kepada Ketua Tim, Hj Nur Endang Abbas (dua dari kanan) di Rujab Gubernur Sultra, Senin (1/11). MUHAMMAD AKBAR ALI/KENDARI POS

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan KONI dan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Sultra. Kita butuh berbagai kejuaraan sebagai bagian dari sarana pembinaan atlet dan menciptakan atlet berbakat yang diharapkan dapat mengharumkan daerah,” ujar Ali Mazi.

Selain ajang untuk meraih prestasi, Peparnas juga merupakan sarana memperkuat semangat dan persaudaraan. Oleh karenanya, tetap jaga sikap saling menghormati dan menghargai serta saling mengapresiasi baik di dalam maupun di luar lapangan.

Ketua NPCI Sultra, Kafaruddin menambahkan atlet Sultra akan turun di lima cabang olahraga (cabor) dari 12 cabor yang dipertandingkan pada 62 nomor pertandingan. Lima cabor tersebut masing-masing atletik (17 atlet dengan 51 nomor pertandingan), bulutangkis (tiga atlet dengan lima nomor pertandingan), renang (dua atlet dengan enam nomor pertandingan), tenis meja (dua atlet dengan empat nomor pertandingan) dan catur (dua atlet dengan empat nomor pertandingan).

“Atlet paralimpik ini terdiri dari tiga atlet tuna netra, tiga tuna rungu wicara, dan 21 atlet tuna daksa. Selain itu, mereka juga diperkuat dengan pendamping sebanyak 19 orang yang terdiri dari enam orang pelatih, tujuh official, dan enam tenaga pendukung. Pemberangkatan terdiri dari tiga gelombang masing-masing pada tanggal 2, 3, dan 5 November 2021,” kata Kafaruddin.

Para atlet yang akan berlaga, telah melalui serangkaian seleksi di empat daerah yakni di Kota Baubau, Raha, Kolaka dan Kota Kendari. Sebelum berangkat, mereka telah mengikuti pemusatan latihan yang berlangsung di Kendari selama 48 hari mulai tanggal 15 September sampai dengan 1 November 2021.

“Setibannya di Papua, mereka akan menjalani klasifikasi dan keabsahan sebelum mulai bertanding yang dimulai 6 – 13 November 2021. Sebanyak 27 atlet Sultra merupakan bagian dari total 1.985 atlet dari 34 provinsi,” urainya. (b/ali)