LAWATAN: Bupati Muna LM Rusman Emba (tiga kiri), Ketua DPD RI La Nyala (empat kiri) bersama anggota DPD RI saat menyambangi Kabupaten Muna, sambil menyerap aspirasi warga, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID– Safari hari kedua Ketua DPD RI La Nyala Mataliti di Kabupaten Muna diisi dengan kunjungan ke masjid tua Muna dan menghadiri tasyakuran air bersih di unit pemukiman Wuna, Kecamatan Tongkuno. Kehadiran La Nyala disambut antusias masyarakat.

La Nyala bersama enam anggota DPD lainnya menunaikan salat Jumat di Masjid tua Muna, salah satu situs penting peninggalan masa kerajaan. Setelahnya, Ketua Majelis Adat dan Kerajaan Nusantara itu menghadiri peresmian air bersih dan menemui masyarakat.

Bupati Muna LM. Rusman Emba mengatakan, kehadiran La Nyala sebagai salah satu tokoh bangsa merupakan kehormatan tersendiri bagi masyarakat Muna. Apalagi, kedatangan La Nyala bertepatan dengan agenda peresmian air bersih yang sudah dinantikan puluhan tahun.

“Ini kehormatan kita semua. Setelah menunggu puluhan, bahkan ratusan tahun, akhirnya air bersih kita temukan di kawasan bekas pusat kerajaan ini,” kata Rusman.

Air bersih yang diresmikan tersebut, lanjut Rusman Emba, berasal dari sumur bor dengan kedalaman 133 meter. Ada cerita unik dibalik penemuan air dilokasi yang terkenal dengan daerah tandus itu. Mulanya, beberapa pekerja yang melakukan penanaman tiang listrik di daerah itu menemukan genangan air di lubang galian kurang satu meter. Informasi penemuan genangan air itu ditindak lanjuti Bupati dengan mengintruksikan pengeboran. Akhirnya titik air dapat ditemukan.

“Kita bor sambil berdoa semoga Allah SWT memberikan kuasanya dan air bisa ditemukan di daerah kampung lama. Alhamdulilah, titik air benar – benar muncul. Ini berkah dan kuasa Tuhan. Daerah yang ratusan tahun dihuni tanpa air, sekarang kita sudah temukan,” paparnya.

Rusman mengatakan, air dari sumur bor itu nantinya akan disiapkan dengan fasilitas bak penampung dan pipanisasi untuk mengalirkan ke rumah warga. Alokasi anggaran bakal disiapkan melalui APBD. Ia juga memroyeksikan, kawasan kampung lama menjadi lokasi pertanian jagung kuning. “Luasan kawasan ini bisa 750 kilometer persegi dan akan kita kembangkan menjadi lahan pertanian. Kebetulan tahun ini pabriknya segera dibangun,” paparnya.

La Nyala tak memberikan sambutan dalam acara itu. Ia hanya tampak khusyuk mengikuti setiap prosesi adat yang ditutup dengan haroa dan makan bersama. (Ode/b)

Tinggalkan Balasan