Wadir Kendari Pos Agus Tranhadi (kiri) bersama Branch Manager ACT Kendari, Budi Hartono (kanan) usai mengisi podcast di kanal youtube Kendari Pos Channel di lantai II graha Pena Kendari Pos, Jumat (12/11)

-Pelipur Duka Korban Bencana

KENDARIPOS.CO.ID– Setahun setelah bencana tsunami melanda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tahun 2004, Aksi Cepat Tanggap (ACT) lahir. Tepatnya, 21 April 2005. 16 tahun mengabdi dan mendedikasikan pengabdian di ranah aksi kemanusiaan. Kini tersebar di 100 kabupaten/kota di Indonesia. ACT menjejak Kota Kendari pada 1 Agustus 2021.

Sejak awal dibentuk, ACT menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan. ACT hadir membawa harapan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan dan musibah. Uluran tangan ACT dalam misi kemanusiaan menjadi pelipur duka korban bencana dan musibah lainnya.

Branch Manager ACT Kendari, Budi Hartono, mengatakan ACT merupakan organisasi sosial kemanusiaan membantu korban bencana dan lain sebagainya. “Itu menjadi tugas inti dari ACT, memberikan bantuan kepada seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Kami akan hadir di masyarakat yang butuh pertolongan,” ungkapnya saat mengisi sesi diskusi di Kanal youtube Kendari Pos Channel, Jumat (12/11) kemarin.

Budi menjelaskan cakupan misi kemanusiaan di ACT bukan hanya bantuan untuk bencana alam. Lebih dari itu, aksi ACT mencakup semua masalah-masalah sosial yang dialami di masyarakat. “Kami juga membantu masyarakat miskin. Sebab, bagi kami, kemiskinan adalah salah satu bencana terbesar, sehingga kita fokus mengatasi masalah tersebut. Adapun atrget program kami adalah para lansia, santri, dai, guru, petani, pedagang, nelayan,” jelasnya.

Wujud aksi ACT untuk masyarakat prasejahtera, yakni operasi makan murah, dan operasi pangan murah. Saat ini, ACT Kendari sedang bekerja sama Dinas Kesehatan dalam mendorong akselerasi vaksinasi lansia di tengah pandemi sekaligus memberikan pangan murah. “Setiap minggu kita melakukan hal serupa. Biaya kegiatan bersumber dari bantuan donatur tetap. Sejauh ini, sekira 14 aksi yang sudah kami tunaikan di Sultra dan sekira 776 jiwa penerima manfaat bantuan ACT,” tutur Budi Hartono kepada Wadir Kendari Pos, Agus Tranhadi sekaligus host kanal youtube Kendari Pos Channel.

Donatur tetap ACRT Kendari berasal dari berbagai latar belakang sosial dan lembaga. Ada dari perusahaan, instansi, dan masyarakat. Budi Hartono menuturkan, ACT Kendari juga punya program unggulan, yakni Sahabat Dai Indonesia. ACT akan memberikan bantuan kepada dai dan guru-guru mengaji di pesisir yang belum tersentuh bantuan pemerintah. “Kita akan berikan bantuan sembako, uang tunai, peralatan salat, dan bantuan lainnya. Daerah pesisir dimaksud seperti di Mawasangka, Wakatobi, dan Konawe Utara,” paparnya.

Selain memberi bantuan, ACT Kendari melakukan pemberdayaan dan pengembangan kepada masyarakat, terutama pada mereka yang berprofesi pedagang dan pelaku UMKM. “Kita berikan edukasi dan pemahaman spiritual agar mereka bisa mengelola, mengembangkan dan memajukan unit usaha,” kata Budi Hartono.

Budi Hartono menegaskan selama 16 tahun beroperasi, ACT tidak hanya menunaikan misi kemanusiaan di Indonesia. Kiprah ACT bahkan sampai ke luar negeri. “Total 22 negara kita tunaikan misi kemanusiaan. Di hampir semua negara itu, ACT sudah memiliki mitra. Untuk di Sultra, ke depan ACT akan dikembangkan. Bukan hanya berada di setiap kabupeten/kota namun sampai kelurahan dan desa akan kami dirikan,” imbuh Budi Hartono. (ilw/d)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.