LAWATAN: Bupati Buteng, Samahuddin saat mengunjungi Talaga Raya, salah satu daerah terpencil di Buteng.
YULI/KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah (Buteng) bersama Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghadirkan layanan kesehatan yang optimal buat masyarakat. Komitmen tersebut salah satunya dapat dilihat dari tingginya angka kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Buteng.

Kepala BPJS Kesehatan Baubau, Andri Nurcahyanto mengungkapkan, hingga 30 September 2021, 99 persen atau sekira 118 ribu penduduk Buteng telah terdaftar sebagai peserta JKN. Persentasenya adalah yang tertinggi untuk wilayah kerja BPJS Kesehatan Baubau yang meliputi Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Buton Tengah, Muna, Muna Barat, dan Wakatobi. “Jumlah peserta kami di delapan daerah ini ada 900 ribu.

Secara persentase, kepesertaan di Buteng sangat besar karena sudah menjadi komitmen Pak Bupati untuk melaksanakan nawacita Pak Presiden,” ujar Nurcahyanto, kemarin. Menurutnya, satu persen penduduk di Buteng belum ter-cover JKN karena tidak memiliki E-KTP serta adanya kelahiran bayi baru. Kedua faktor ini menyebabkan angka kepesertaan JKN tidak bisa mencapai 100 persen.

Meskipun demikian, Andri mengapresiasi Pemkab Buteng yang telah menunjukkan kepedulian nyata dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. “Apalagi Pak Bupati mengatakan akan menghadirkan puskesmas keliling di Talaga Raya. Ini akan semakin mendekatkan masyarakat terhadap layanan kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Buteng, H Samahuddin menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan kepada masyarakat Buteng selama ini. Ketua DPC PDIP Buteng itu berharap peningkatan angka coverage JKN berbanding lurus dengan kualitas layanan. “Sebagian masyarakat saya tinggal di pelosok. Saya ingin semua warga saya mendapatkan pelayanan yang maksimal,” harapnya. (uli/adv)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.