Seorang perajin industri kreatif sedang menyelesaikan produk bingkai foto di sentra industri kreatif Bikania jl. Chairil Anwar, Lepo-lepo, Kendari. LM. SYUHADA RIDZKY/KENDARI POS


KENDARIPOS.CO.ID — Pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) di Kota Kendari mencapai 42 ribuan. Namun dari jumlah itu, hanya sekitar 30 persen atau 12 ribuan yang bisa bertahan. Ketidaksiapan pelaku usaha menjalankan bisnisnya menjadi penyebab utama. Ditambah lagi terjangan pandemi Covid-19 yang semakin memperburuk keadaan.

Atas dasar itu, Pemkot Kendari berupaya mendorong eksistensi pelaku usaha. Tidak hanya memberi bantuan stimulus dan kemudahan perizinan, pemerintah mempersiapkan mentor yang akan menjadi pendamping pelaku UMKM. Kehadiran para pendamping diharapkan bisa membangkitkan kembali pelaku usaha dalam mewujudkan UMKM unggul.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, potensi UMKM diotoritanya cukup tinggi. Itu terlihat dari banyaknya pelaku UMKM yang terdaftar dalam database pemerintah. Bukan hanya itu, meski telah terdampak pandemi UMKM masih mampu berkontribusi terhadap keuangan daerah dengan andilnya sebesar 60 persen dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Politisi Partai Keadilan Sejahterah (PKS) Sultra ini berharap, kehadiran para mentor bisa memberikan pendampingan terhadap seluruh pelaku UMKM agar bisa survive dimasa pandemi ini. Bisa mewujudkan UMKM yang unggul sehingga bisa tumbuh bersama. “UMKM harus tumbuh,” ujar Sulkarnain Kadir saat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bisnis Mentor Pendamping UMKM di Zahra Hotel Kendari, kemarin.

Pada program ini, Pemkot menggandeng Kendari Preneur. Sebanyak 100 mentor dilatih untuk menjadi pendamping UMKM. Dengan adanya pendampingan ini, pengetahuan dan wawasan para pelaku UMKM semakin luas dalam melihat peluang. Kunci dalam berbisnis yakni poin, koin dan join.

“Para pelaku UMKM harus diajarkan bagaimana dapat pointnya, berarti mereka harus punya nulai dalam produknya, kemudian dapat koin berarti usahan harus utung (harus profit) dan dapat join atau jaringan demi menjaga keberlangsungan usahanya,” kata Sulkarnain Kadir.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kendari Preneur, Syarif Maulana mengaku bimtek ini merupakan tindak lanjut dari uji kompetensi yang dilakukan oleh Badan Nasional Sertifikai Prosfesi (BNSP) beberapa waktu lalu. Sebanyak 100 mentor UMKM dibekali pengetahuan soal bisnis.

“Harapannya, ilmu yang didapatkan bisa diterapkan untuk pengembangan bisnis masing-masing dan juga untuk disharing kepada UMKM binaan. Setiap mentor ini ditugasi membina 10 UMKM, guna mewujudkan UMKM unggul di Kota Kendari,” kata Syarif.

Selain pengetahuan soal bisnis, para mentor juga diharapkan bisa menjelaskan kepada binaanya terkait kurikulum
berbasis 4 Go (Go Modern Go Digital Go Online Go Global) sebagai kurikulum resmi Kendari Preneur. “Karena pendampingan adalah ruh dari sebuah program pemberdayaan UMKM, maka harapan terbesar setelah diadakannya bimtek ini para mentor bisa menjadi pendamping bagi bisnisnya dan bisnis UMKM binaan,” kata Syarif. (b/ags)

Dorong Pengembangan UMKM
-Bantuan Modal dan Stimulus
-Permudah Perizinan (Gratis)
-Pendampingan dan Pelatihan (Siapkan Mentor)
Setiap Mentor Bina 10 UMKM

Pelaku UMKM di Kendari
12 Ribuan yang Bertahan
30 Ribuan Gulung Tikar
Kontribusi UMKM Bagi PAD Sebesar 60 Persen

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.