Ilustrasi Waduk Pengendali Banjir

Pemkot Fokus Tuntaskan Pembebasan Lahan

KENDARIPOS.CO.ID– Keberadaan kolam retensi belum sepenuhnya mampu mereduksi banjir di Kota Kendari. Atas dasar itu, Pemkot Kendari bakal menambah waduk pengendali banjir atau kolam regulasi. Niat tersebut telah mendapat lampu hijau dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir tidak berhenti sampai pengadaan kolam retensi Sungai Wanggu (hilir). Itu dikarekan dalam mengatasi problem banjir kota, penanganannya juga harus dilakukan pada hulu sungai.”Kami sedang merancang yang lebih besar. Membangun waduk pengendali banjir. Doakan tahun depan bisa dilaksanakan. Lokasinya di kawasan Nanga-nanga Kelurahan Baruga,” kata Sulkarnain Kadir kemarin.

Untuk mendukung kelancaran pembangunan, pihaknya kini tengah melobi masyarakat agar mau membebaskan lahannya. Apalagi KemenPUPR siap mengalokasikan anggarannya. Proyek ini membutuhkan lahan sekitar 50 hektar. Jika tak ada kendala, pembangunannya bisa dimulai tahun depan. “Kami siap untuk itu (pembebasan lahan). Apalagi ini (waduk pengendali banjir) menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Untuk mereduksi potensi terjadinya banjir di Kota Kendari. Saya sudah instruksikan jajaran untuk melakukan komunikasi awal (lobi) ke pemilik lahan yang menjadi lokasi pembangunan waduk,” kata Sulkarnain.

Waduk pengendali banjir ini menampung air sekitar 1,5 juta – 2,5 juta meter kubik dandapat mereduksi banjir hingga 46 persen. Jika ditambah kilam retensi dan cekdam lainnya, potensi banjir bisa direduksi hingga 80 persen. Kolam regulasi ini juga mampu menyediakan kebutuhan air bersih untuk warga Kota Kendari hingga 20 liter per detik. (b/ags)

Tinggalkan Balasan