KENDARIPOS.CO.ID — Setelah lama menanti, hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akhirnya diumumkan. Di lingkup Pemkot Kendari, hanya 179 peserta yang nilainya memenuhi ambang batas atau Passing Grade dinyatakan lolos. Dari hasil itu, mereka berhak mengikuti tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kendari, Sudirham mengatakan peserta yang lolos ketahap SKB adalah mereka yang memenuhi passing grade berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor 1023 Tahun 2021 dan Permenpan RB Nomor 27 Tahun 2021 tentang pengadaan CASN.

“Kebijakan itu (PermenPAN-RB Nomor 27 Tahun 2021) mengatur jumlah peserta yang dapat mengikuti SKB ditentukan paling banyak tiga kali jumlah kebutuhan jabatan berdasarkan nilai tertinggi yang memenuhi nilai ambang batas,” kata Sudirham, kemarin. Di Kendari, kata Sudirham, jumlah peserta yang yang memenuhi passing grade sesuai keputusan MenPAN-RB sebanyak 944 peserta dari sebanyak 2.545 peserta yang mengikut seleksi. Kendati demikian, yang berhak lolos ke tahap SKB berdasarkan PermenPAB-RB Nomor 27 Tahun 2021 hanya 179 peserta.

Sudirman

Terkait jadwal pelaksanaan SKB, Sudirham mengaku masih menunggu instruski dari Badan Kepegawaian Negera (BKN). Yang jelasnya, pihaknya saat ini memberikan kesempatan bagi para peserta yang lolos seleksi untuk melakukan pemilihan lokasi ujian pada akun masing-masing dilaman sscasn.bkn.go.id. “Peserta diberi waktu selama dua hari ini (kemarin) sampai 1 November (hari ini),” kata Sudirham.

Terpisah, Ketua Pansel Seleksi CASN Kota Kendari, Nahwa Umar berharap seluruh peserta seleksi yang dinyatakan lolos SKD untuk mempersiapkan diri menghadapi SKB. Ia memastikan tidak ada intervensi dan menjamin pelaksanaan seleksi berjalan jujur, adil, transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Yang lolos jadi ASN nanti berarti orang-orang yang memiliki kompetensi baik. Karena seleksinya ini dilakukan berbasis CAT (Computer Assisted Test), langsung pusat. Kami hanya pelaksana saja. Sehingga jika ingin jadi ASN maka harus belajar,” kata Jenderal ASN ini. (b/ags)